Di Era H. Kadian, SMAN 1 Praya Dua Siswa Lolos Jadi Paskibraka Nasional

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Di era H. Kadian sebagai Kepala SMAN 1 Praya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), sudah dua kali sukses menghantarkan siswanya lolos sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.

Dimana sebelumnya Tahun 2024 silam, satu orang siswa SMAN 1 Praya Loteng, atas nama Raihan Ammar Firdaus menjadi perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) di puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-78 yang di pusatkan di Ibu Kota Nusantara Kalimantan Timur.

Tahun ini, siswa SMAN 1 Praya Loteng kembali terpilih jadi perwakilan NTB, sebagai anggota pasukan Paskibraka atas nama Belvana Rolanda Vindia Kurniawan Kelas X yang tinggal sebentar lagi naik ke kelas XI.

Sudah dua kali mewakili NTB, ini merupakan catatan bersejarah terspesial bagi keluarga besar SMAN 1 Praya, menariknya lagi dua kali jadi perwakilan NTB di HUT RI, ternyata di bawah kepala sekolah yang sama, yaitu H. Kadian.

Kepala SMAN 1 Praya Loteng H. Kadian mengatakan, meluluskan dua orang siswa di puncak perayaan HUT RI sebagai Paskibraka Nasional, itu bukan suatu hal kebetulan, melainkan hasil pembinaan ketat yang sudah dilakukan di SMAN 1 Praya Loteng.

“Jadi dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan, apalagi sebagai anggota Paskibraka Nasional, tentu kami di SMAN 1 Praya, jauh jauh sebelumnya kita lakukan pembinaan intens, termasuk di bidang yang lain,” katanya, Rabu (8/7).

Menjadi anggota Paskibraka nasional lanjutnya, itu tidak mudah sebab harus melalui seleksi panjang dan ketat. “Untuk lebih jelasnya, bisa ditanyakan langsung ke siswa kami dik,” pintanya.

Dikatakan di SMAN 1 Praya Loteng, banyak program yang di laksanakan, sehingga tidak heran jika di setiap hari selalu banyak siswa yang datang, untuk mengikuti pelatihan sesuai bakat dan minat yang sudah di siapkan. Termasuk di hari libur, siswa tetap ada yang masuk mengikuti pelatihan.

“Jika adik dengar ada suara drumband di sekolah saat libur, itu anak anak kita sedang latihan, termasuk beberapa program lain, juga mereka ikuti kendati jam belajar sedang libur,” ungkapnya.

Melahirkan program, tentunya itu disesuaikan dengan kebutuhan akademik ataupun non akademik, sehingga tidak heran jika selama ini, banyak prestasi yang sukses diraih siswa, termasuk baru baru ini, satu orang siswinya manggung di tingkat nasional dalam lomba kejuaraan pencak silat tingkat nasional antar pelajar, pada ajang Lombok Arisaka Campiaonship 2026, sukses memboyong medali emas, atas nama Baiq Anita Wulandari.

“Yang jelas setiap tahun pasti ada siswa kami yang manggung sampai ke Nasional, apalagi tingkat Kabupaten dan Provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari wawancara Belvana Rolanda Vindia Kurniawan, siswa SMAN 1 Praya yang lolos jadi Paskibraka Nasional, di laman koran Lombok.

Belvana Rolanda Vindia Kurniawan mengatakan, di semua sisi selama perekrutan, mulai dari Kabupaten, Provinsi hingga Nasional, yang terngiang hanya pesan orang tuanya.

Di tambah lagi dengan semangat keberhasilan dan kesuksesan orang tuanya sebagai anggota kepolisian, yang ia pantau dan baca di media, hal ini membuat dirinya tidak mau kalah dengan prestasi orang tuanya. Artinya semangat berlatih di semua tahapan ia tidak pantang menyerah, hingga ia sukses jadi perwakilan NTB jadi Paskibraka Nasional.

“Kesuksesan ke dua orang tuanya di tubuh Polri, membuat saya kian bersemangat, ketika orang tuanya sukses, anaknya kenapa tidak, itu terus yang mendorong dirinya kian semangat dan alhamdulillah, semua tahapan saya ikuti dan alhamdulillah sukses terpilih jadi Paskibraka Nasional tahun ini,” katanya.

Dijelaskan, terpilih jadi wakil NTB jadi anggota Paskibraka Nasional tidak mudah, mulai dari pelatihan di lingkungan sekolah, tingkat Kabupaten hingga Provinsi semua ia ikuti, dan terpilih jadi perwakilan NTB di Nasional.

Saat Seleksi di Kabupaten, pihaknya ber empat lulus ke Provinsi, di Provinsi semua tes ia ikuti, mulai dari tes wawasan kebangsaan, kesehatan, latihan PBB dan wawancara.

“Ber 4 jadi wakil Loteng di Provinsi, alhamdulillah saya sendirian lulus wakil Loteng,” jelasnya.

Selanjutnya menuju ke Nasional, pihaknya mewakili NTB untuk Seleksi ke Nasional bersama 3 wakil putri dan 3 wakil putra dari Kabupaten Kota lain di NTB.

“Di detik detik akhir seleksi, saya sempat dipanggil oleh pelatih, sambil jalan saya menangis, yang nampak dihadapan saya hanya orang tua, dan alhamdulillah berkat restu dan doa orang tua, saya lulus jadi wakil NTB bersama 78 Paskibraka Nasional, dan satunya lagi dari SMAN 1 Taliwang atas nama Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana,” tutupnya.

Sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Loteng Murdi, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh Belvana. Ia menyebut, prestasi tersebut diraih setelah menjalani seluruh tahapan seleksi yang diselenggarakan secara berjenjang.

“Iya memang Belvana ini mengikuti seleksi Paskibra dari awal dengan lebih dari 300 peserta lainnya dari SLTA di Loteng. Baik itu swasta maupun negeri,” katanya.

Murdi menjelaskan, peserta harus melewati sedikitnya tujuh tahapan seleksi. Seleksi di antaranya yakni administrasi, tes tertulis, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), parade, pemeriksaan kesehatan, serta psikotes kepribadian.

“Belvana ini mengikuti setiap proses. Setelah lolos di tingkat kabupaten, dipanggil untuk ikut provinsi. Di sana ada pemeriksaan kesehatan, TIU PBB lagi. Setelah itu, ikut lagi seleksi tingkat nasional lalu lolos,” tegasnya.

Dikatakan, pada proses seleksi Paskibraka tingkat nasional semulanya Loteng mengirimkan dua siswi. Namun, pada proses seleksi akhir satu diantara mereka gugur sehingga menyisakan satu perwakilan.

“Kemarin ada dua yang lolos ke seleksi Paskibra nasional. Di pusat itu ada seleksi lagi. Tapi satu yang lolos. Sedangkan Samara itu balik lagi untuk main ke tingkat provinsi karena sudah lolos tingkat provinsi,” tutupnya. (Nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *