Songsong Kemajuan Pariwisata, Pemuda Pelopor Desa Prabu Gelar Dialog

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Desa Prabu Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), masuk dalam Kawasan penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.

Menyongsong kemajuan pariwisata, kelompok pemuda yang tergabung dalam Pemuda Pelopor Desa Prabu mengadakan dialog Pariwisata dengan tema “Meningkatkan Daya Tarik Pariwisata Mandalika dengan Harmoni Pemerintah dan Masyarakat Lokal”.

Dialog tersebut menghadirkan Dinas pariwisata Loteng, praktisi Pariwisata dan Komunitas Gawah Bonga Foundation dan sejumlah tamu undangan berkompeten lainnya.

Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemuda, pemerintah, dan pelaku pariwisata guna mendukung pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan di KEK Mandalika.

Dalam sambutannya, ketua umum Pemuda Pelopor Desa Prabu Lalu Zuiardi menyampaikan, sebagai Desa yang masuk dalam penyangga KEK Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng.

Tentunya pihaknya bersama para pemuda Desa Prabu Kecamatan Pujut Loteng, memandang perlu melakukan persiapan dalam rangka mendukung pariwisata berkelanjutan tersebut, apalagi Desa Prabu masuk dalam kawasan Penyangga KEK Mandalika.

Atas hal itu, pemuda Desa Prabu memandang penting memberikan kontribusi, atas potensi pariwisata di Mandalika.

“Kami, para pemuda di Desa Prabu, memiliki semangat besar untuk mengembangkan potensi pariwisata di desa kami, melihat potensi yang sangat luar biasa dan semangat dari pemuda, terlebih Prabu masuk Desa penyangga KEK Mandalika. Dan hari ini kami mengadakan dialog menuju pariwisata berkelanjutan,” katanya, Rabu (29/01).

Namun,untuk mencapai itu semua kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah sangat kami butuhkan, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan, maupun fasilitasi infrastruktur wisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif (SDM Ekraf) Dispar Loteng Lalu Imam Mahardika, mengaku bangga dengan inovasi dan gagasan yang dilahirkan pemuda Desa Prabu Kecamatan Pujut Loteng.

Sebagai putra daerah, apalagi Desa Prabu ini masuk dalam penyangga KEK Mandalika, ide ide dan gagasan cemerlang sangat di harapkan. “Hal-hal semacam ini kita acungkan jempol, semoga muda mudi kita, umumnya Loteng dan khususnya Desa Desa yang masuk dalam penyangga KEK Mandalika, melahirkan terobosan baru demi mendukung pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika,” katanya.

Peran pemuda dan masyarakat terhadap kemajuan pariwisata sangatlah berarti, terutama dalam menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, serta bagaimana kolaborasi dengan pemerintah dapat membuka peluang pengembangan wisata yang lebih luas.

“Pemda Loteng siap mengawal semua program putra daerah, bila perlu silahkan buat jadwal kegiatan budaya yang rutin untuk menarik wisatawan yang ada di Mandalika, khususnya di Desa Prabu,” pintanya.

Senada dikatakan praktisi pariwisata Lalu Sandika Irwan mengaku, di beberapa organisasi, alhamdulillah pihaknya sering mengikuti kegiatan destinasi wisata yang ramah lingkungan.

Atas beberapa pengalaman tersebut, insyaallah di tanah kelahirannya di Desa Prabu, akan di kembangkan bersama para pemuda pemudi.

“Alhamdulilah, bicara pengalaman di luar insyaallah itu akan saya kembangkan bersama para pemuda pemudi di tanah kelahiran,” katanya.

Dikatakan, setelah melakukan pendalaman dalam membantu pemerintah dalam mengembangkan wisata di KEK Mandalika, pihaknya menyoroti pentingnya inovasi dalam pemasaran wisata dan bagaimana desa wisata bisa menjadi daya tarik unggulan jika dikelola dengan baik.

Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun kesadaran dan aksi nyata demi meningkatkan daya saing pariwisata Mandalika, khususnya di Desa Prabu.

“Dengan sinergi antara pemuda pemudi dan pemerintah, serta pelaku industri pariwisata, saya harapkan ekosistem wisata yang berkelanjutan dan menguntungkan masyarakat lokal dapat terwujud,” harapnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *