MTQ XXXI Tingkat Kecamatan Pratim, Resmi Dibuka Wabup Loteng

Lombok Tengah (ntbupdate.com) –
Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah Dr. HM. Nursiah, membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), yang di pusatkan di Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Loteng, Sabtu malam (10/5).

Ketua panitia Suardi mengucapkan selamat datang wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah di arena MTQ XXXI tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng. Padahal malam ini ada Kecamatan lain yang mengadakan hal yang sama.

Namun alhamdulillah Kecamatan Praya Timur Loteng, bernasib Mujur bisa dihadiri sekaligus membuka acara pembukaan MTQ XXXI tingkat Kecamatan Praya Timur Loteng.

Selanjutnya, terimakasih pihaknya sampaikan kepada seluruh jajaran kepanitiaan telah berbuat banyak, sehingga alhamdulillah kegiatan malam ini berjalan lancar. Wabil khusus Terimakasih pihaknya sampaikan kepada tuan rumah, yang telah menyiapkan seluruh sarana dan prasarana, sehingga acara berjalan sesuai harapan.

“Semoga apa yang telah kita lakukan malam ini, tercatat sebagai amal ibadah,” katanya.

Ia menambahkan, demi suksesnya acara ini tentunya, jajaran kepanitiaan sudah bekerja semaksimal mungkin, namun yang namanya manusia tempat salah, tentu jika ada kekurangan, mohon di maafkan dan dimaklumi.

Selanjutnya, dewan hakim yang telah ditunjuk panitia, ada 10 orang, dan dewan hakim ini adalah orang orang yang profesional dan pilihan. Sehingga pihaknya sangat yakin dalam memberikan penilaian, tentunya lebih mengedepankan yang terbaik dari yang baik.

Sedangkan untuk peserta ada 308 orang, dengan jumlah 8 cabang mata lomba dan 24 golongan. “Melihat jumlah peserta dengan dewan hakim, tentu tidak sebanding jika dilihat dari jumlah peserta, yang seharusnya dewan hakim di atas 10 orang, namun kami yakin dewan hakim profesional dan pilihan ini, mampu memberikan penilaian sesuai bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Ia menambahkan, adapun tujuan utama pelaksanaan MTQ XXXI ini, adalah untuk syiar Al- Qur’an dan mencari bibit unggul, yang selanjutnya akan mewakili Kecamatan Praya Timur di lomba yang sama di tingkat Kabupaten, Provinsi hingga ke Nasional.

Pelaksanaan MTQ kali ini, terasa beda dengan tahun lalu ketika melaksanakan hal yang sama di Desa Bilelando. Dimana pada pelaksanaan MTQ di Bilelando di Ikuti oleh 10 Desa, namun sekarang di ikuti 14 Desa, setelah Desa Pengonak, Belaka Daye, Lebe Sane dan Desa Jeropuri jadi Desa Difinitif.

“Setelah kami lihat di daftar nama nama peserta, alhamdulillah masing masing Desa, ada utusannya, sehingga sangat wajar jika jumlah peserta tembus sampai 308 orang, Selamat berlomba,” serunya.

Terakhir, pihaknya berharap setelah MTQ selesai para juara, bisa diberikan reward berupa uang pembinaan oleh masing-masing Kepala Desa, reward tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada peserta.

“Selama ini kita terbiasa nyawer saat Peresean, bila perlu anak anak kita yang juara, di kasih uang pembinaan, agar anak anak kita lebih giat belajar,” pintanya.

Sementara itu Wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah mengaku bangga atas Raihan prestasi Desa Sukaraja, yang semakin maju. “Dulu semasa saya jadi Camat, Desa Sukaraja ini, luas lahan dan kantornya sangat kecil, namun sekarang sudah keren apa lagi lahannya juga sangat luas,” katanya.

Sebagaimana yang dikatakan ketua panitia, acara ini memang sederhana, namun bukan berarti tidak sukses, dengan kesederhanaan namun dibarengi dengan pengelolaan yang baik, tempatnya yang nyaman dan bersih, itu membuat acara ini sangat mewah di tambah lagi masyarakatnya sangat ramah.

“Desain panggung, lokasi lomba sangat luar biasa, saat ini dari beberapa tempat membuka kegiatan MTQ, alhamdulillah Desa Sukaraja terbaik,” Ungkapnya

Lomba MTQ merupakan agenda sekali Dua Tahun, lomba MTQ merupakan ajang mencari bibit unggul, yang nantinya akan mewakili Kecamatan di tingkat Kabupaten, selanjutnya akan jadi wakil Loteng ditingkat Provinsi dan Nasional, untuk mewakili NTB. “Semoga peserta MTQ dari Kecamatan Praya Timur, jadi juara hingga ke Nasional,” harapnya.

Mantan Camat Praya Timur ini menambahkan, MTQ jika dikaitkan dengan pendidikan formal, tentunya ada penilaian akhir. Cuman lebihnya apa yang di baca dalam lomba ini, semua bernilai ibadah, sebab yang dinilai adalah kalamullah.

Bagi yang mendengar, apalagi yang membacanya, semuanya mendatangkan pahala, apalagi diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskan ilmunya. “Jika kita kaitkan soal penilaian, pendidikan di sekolah juga ada nilainya, cuman nilai plusnya di MTQ ini, apa yang dibaca adalah kalamullah dan bisa mendatangkan pahala berlipat ganda,” paparnya.

Ia menambahkan, dari sekian MTQ tingkat kecamatan, sebaiknya Desa melaksanakan hal yang sama, agar nanti para peserta utusan di masing-masing Desa, adalah peserta pilihan. Dan ini bisa melahirkan keseruan dan persaingan ketat, mengingat para peserta adalah juara terbaik di masing-masing Desa.

“Soal anggaran lomba di Desa, saya rasa bisa disiasati, lain kali Desa harus melaksanakan hal yang sama, biar tampil di tingkat Kecamatan pesertanya adalah peserta pilihan,” tutupnya. (nu-01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *