Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Baru Lima bulan terpilih jadi ketua olahraga Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), sudah menunjukkan hasil.
Pasalnya, bertahan tahun Loteng ingin menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), uji kompetensi pelatih, penguji dan wasit, namun tidak pernah terwujud, namun keinginan tersebut, tahun ini terwujud setelah Perkemi Loteng dibawah kepemimpinan H. Lalu Ramdan.
Ini artinya Perkemi Loteng memasuki babak baru dan perubahan untuk kemajuan olahraga PERKEMI.
Penyelenggaraan uji kompetensi pelatih, penguji dan wasit, di pusatkan di aula SMKN 1 Praya Loteng. Kegiatan ini diikuti puluhan kenshi, peserta datang dari berbagai daerah khususnya yang masuk dalam wilayah regional IV, seperti Jawa Timur, Bali NTB dan NTT, ada juga yang datang dari Kalimantan dan Maluku.
Selain itu dilakukan juga ujian kenaikan tingkat dari kyu satu menuju yudansa atau DAN SATU. Kenshi yang akan menapaki tingkatan sabuk hitam (DAN I) dan kenshi yang berjuang menuju DAN II.
Ketua PERKEMI Loteng, H. Lalu Ramdan mengucapkan alhamdulillah, apa yang selama ini jadi harapan dan keinginan PERKEMI Loteng, dalam mengadakan UKT kini telah terwujud.
“Kita sudah lama merindukan pelaksanaan UKT di Loteng, kini alhamdulillah tahun ini bisa kita laksanakan,” katanya Jum’at (10/10)
Kenapa pihaknya sangat menginginkan UKT lanjut ketua DPRD Loteng ini, berawal dari kesuksesan para atlet Loteng dalam memboyong medali emas, terkhusus olahraga PERKEMI.
Ini menjadi semangat untuk dalam melakukan perubahan, terutama dalam mendatangkan pelatih. Namun selama ini pelatih dan juri olahraga PERKEMI, yang sudah memiliki sertifikat di Loteng masih minim.
“Sempat kita berfikir untuk mendatangkan pelatih dari luar, namun mengingat anggaran minim dan butuh biaya besar, sehingga saya berinisiatif melaksanakan UKT Untuk mendapatkan sertifikat dan alhamdulillah hari ini terwujud,” ungkapnya.
Dalam UKT ini, pihaknya menargetkan puluhan anggota PERKEMI Loteng, bisa lulus dan berhasil mendapatkan sertifikat dengan nilai memuaskan.
Sementara itu wakil ketua PERKEMI Loteng Lalu Kariadi menjelaskan, Ujian ini merupakan momen krusial dalam menguji ketangguhan fisik, mental, dan spiritual para kenshi. Selain menguji penguasaan teknik-teknik Shorinji Kempo, para peserta juga diuji pemahaman filosofis, etika, dan jiwa kesatria yang menjadi inti dari bela diri ini.
Dikatakab, Fokus utama ujian kali ini adalah para kenshi yang telah mencapai tingkatan Kyu 1 dan siap melangkah menuju Yudansha atau sabuk hitam DAN I. “Kenaikan tingkat menuju sabuk hitam bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru yang penuh tanggung jawab,” ujar Lalu Kariadi. “Seorang yudansha diharapkan dapat menjadi teladan bagi kenshi lainnya, tidak hanya dalam penguasaan teknik, tetapi juga dalam sikap dan mentalitas,” sambung Lalu Kariadi yang biasa di sapa Sinpai Ari.
Ia menambahkan, para kenshi Kyu 1 harus menunjukkan penguasaan teknik-teknik tingkat lanjut, mulai dari pukulan, tangkisan, bantingan, hingga teknik-teknik pertahanan diri yang kompleks. Tidak hanya itu, mereka juga diuji secara filosofis melalui ujian tertulis yang menguji pemahaman mereka tentang ajaran pendiri Shorinji Kempo.
Selain itu, sejumlah kenshi DAN I dari Loteng juga mengikuti ujian untuk naik ke tingkatan DAN II. Dimana mereka menunjukkan kedewasaan dalam teknik dan karakter yang lebih tinggi.
Dalam ujian ini, menuntut tingkat kesempurnaan teknik yang lebih tinggi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang prinsip-prinsip Kempo dan Alhamdulillah 5 orang DAN I berhasil lolos naik tingkat menjadi DAN II dan Sabtu besok, mereka akan mengikuti sertifikasi pelatih untuk mendapatkan legalitas dan sertifikat sebagai pelatih.
Dengan adanya 5 orang yang naik tingkat ke DAN II dan ditambah dua orang yang sudah memiliki sertifikat pelatih maka pihaknya berharap nanti akan ada 7 orang pelatih yang bersertifikat kompetensi.
Lima orang yang telah naik tingkat menjadi yudansa boleh mengikuti kenaikan tingkat satu tahun lagi dan setelah DAN II, maka mereka boleh mengikuti sertifikasi sebagai pelatih, artinya bahwa tahun depan Loteng akan memiliki 12 pelatih yang bersertifikat.
“Jika semua sudah lancar, kami optimis kedepan setiap Desa memiliki kyu 1,” harapnya.
Sementara itu wakil ketua PERKEMI NTB I Ketut Sudira, mengaku bangga dengan prestasi yang ditunjukkan ketua PERKEMI Loteng, kendati baru menjabat 4 bulan jalan, sudah menunjukkan prestasi.
Dengan telah dilakukannya UKT di Loteng, besar harapan para atlit olahraga PERKEMI bisa lolos di PONProv NTB 2026 dan PON 2028 tingkat Nasional.
“Kita salut dengan Ketua PERKEMI Loteng, mudah mudahan ini salah satu langkah untuk merebut emas dalam kejuaraan PONProv NTB 2026 dan PON 2028 tingkat Nasional,” harapnya.
“Sementara ketua harian KONI Loteng
Syamsul Rijal mengatakan, keberadaan PERKEMI di bawah ketua H. Lalu Ramdan, ke depan pihaknya yakin akan semakin maju. Mengingat kepemimpinan beliau belum genap 5 bulan, sudah banyak terobosan yang dilakukan.
“Ini aja baru beberapa bulan jadi ketua, terobosannya sungguh luar biasa, saya yakin kejayaan PERKEMI Loteng, di era H. Lalu Ramdan bakal terwujud,” tutupnya. (nu-01).
