Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Banyak orang yang menyebut, kalau bulan Asyura atau 10 Muharram adalah “Lebaran Anak Yatim”, pasalnya tidak sedikit yang memanfaatkan moment tersebut untuk memberikan santunan kepada anak yatim.
Salah satunya yang telah di lakukan Amir Hamzah warga Dusun Rajek Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng).
Di mana ia telah mengumpulkan 200 lebih anak yatim, yang berasal dari Desa Sukaraja dan Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng untuk di santuni.
Kepada ntbupdate.com usai memberikan santunan Amir Hamzah mengatakan, bicara agama pihaknya masih awam dan butuh bimbingan. Namun sedikit tidak dari beberapa ceramah dan pengajian yang pernah ia dengar, kalau keutamaan bulan Asyura sangat banyak, termasuk dianjurkan untuk bersedekah kepada anak yatim.
“Beberapa ceramah yang pernah saya dengar, kalau keutamaan bulan Asyura atau tanggal 10 Muharam, kita dianjurkan untuk bersedekah kepada anak yatim, dan alhamdulillah saya bertemu dengan bulan Asyura, momen ini tidak saya sia siakan untuk menyantuni anak yatim dan alhamdulillah sudah kita lakukan,” katanya, Kamis (25/6).
Dalam santunan ini lanjutnya, pihaknya mengumpulkan para anak yatim yang ada di Dua Desa, yaitu Desa Sukaraja dan Desa Mujur, tentunya sesuai dengan data yang sudah ia terima dari sejumlah sahabat, yang sebelumnya sudah ia kabarkan dalam santunan di hari Asyura.
“Saya yakin jumlah anak yatim di Dua Desa ini banyak yang tidak kebagian, namun bukan berarti kami tidak peduli, cuman data yang kami terima sebelumnya, itulah yang kita santuni,” ungkapnya. “Mudah mudahan apa yang kami berikan berupa uang jajan kepada para anak yatim, bermanfaat dan tercatat sebagai amal ibadah,” sambung ketua sppg Sukaraja 01 ini.
Dikatakan, dalam beberapa buku dan ceramah yang pernah ia baca dan dengar, ada beberapa keutamaan bersedekah kepada anak yatim di hari Asyura, salah satunya pahalanya dilipat gandakan layaknya bersedekah selama satu tahun penuh.
Selanjutnya menghapus kesulitan dan dijauhi dari musibah dipercaya dapat menutup pintu kejahatan dan menjauhkan dari musibah.
Selain itu bicara soal sosial, Momen ini menjadi ajang transformasi kolektif untuk kesejahteraan, perlindungan, termasuk ajang silaturahmi dan berbagi bahagia bersama para anak yatim. (NU-01).
