Direktur RSUD Praya Angkat Bicara, Soal Video Yang Menyebutkan Institusi Yang Dipimpinnya

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Direktur RSUD Praya Lombok Tengah dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD., FINASIM., C.M.C. akhirnya angkat bicara soal beredarnya video salah satu pasien RSUD Praya Lombok Tengah.

Dimana dalam video tersebut ibu Suriani asal Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah yang membawa anaknya berobat ke RSUD Praya, kehilangan sepeda motornya di parkiran RSUD Praya Lombok Tengah, pada hari Kamis 30 Oktober 2025.

Dalam Video tersebut bertuliskan ibu Suriani sudah 10 hari anaknya di rawat di RSUD Praya, tidak di izinkan pulang, anaknya mengaku mengidap penyakit epilepsi atau penyakit saraf kronis yang ditandai dengan kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal pada otak. Alih alih dapat kabar baik akan kesembuhan anaknya, malah motornya Hilang di Parkiran RSUD Praya.

Atas isi tulisan dan pengakuan ibu Suriani dalam video tersebut dr. Mamang Bagiansah, Sp.PD., FINASIM., C.M.C. menjelaskan, pertama pihak RSUD mohon maaf atas kejadian ini.

Kedua, sebagai info awal ia sampaikan bahwa pengelolaan parkir di RSUD Praya Lombok Tengah, di kelola pihak ketiga.

Terkait hal tersebut, semua aspek pengelolaan parkir diserahkan untuk dikelola, tentu termasuk keamanan kendaraan yang parkir di area parkir RSUD Praya.

RSUD Praya, Sebagai user selalu menekankan bahwa RSUD Praya inginkan pelayanan parkir yang optimal bagi pengunjung, termasuk bagi staf.

Oleh karena tanggungjawab tersebut telah diserahkan kepada pihak penyedia, maka RSUD selalu rutin memantau dan mengevaluasi kinerja penyedia agar butir butir kontrak berjalan dengan baik.

Selanjutnya, mengenai informasi kehilangan motor salah seorang pengunjung, pihaknya baru terima tadi siang, maka pihaknya segera melakukan koordinasi dan minta klarifikasi kepada penyedia.

“Pengelolaan parkir sudah di pihak ketigakan, informasinya terkait hilangnya sepeda motor pasien, seperti isi video tersebut, pihak pengelola sedang melakukan koordinasi di tataran internal mereka,” katanya, Kamis (30/10)

Dokter muda ini menambahkan, kemudian ada info simpang siur juga bahwa ada penelantaran pasien. Pihaknya sampaikan bahwa informasi ini tidak benar. Pelayanan medis, pelayanan keperawatan dan sebagainya terhadap pasien tetap dilakukan secara profesional. (NU-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *