LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Sejumlah wartawan senior di Lombok Tengah, Senin 10 November 2025, resmi membentuk organisasi kewartawanan.
Organisasi tersebut dinamakan Jurnalis Independen Lombok Tengah (JILT) dan sepakat menegakkan martabat wartawan, dengan menjujung tinggi kode etik jurnalis.
Pembentukan organisasi tersebut, setelah melalui proses panjang dan rapat bersama dalam menyatukan komitmen, sejumlah wartawan senior dan sederet wartawan lainnya, hadir dalam meresmikan organiasi baru ini.
“Dalam rapat tersebut, kami telah sepakat dan telag menandatangi daftar hadir dan Berita Acara Pembentukan (BAP), yang selanjutnya akan dibawa ke notaris, untuk dibuatkan badan hukum,” kata ketua JILT, Sading Al Katari, wartawan Talentafm.com.
“Dengan tagline “Tegakkan Martabat, Junjung Kode Etik” lanjut wartawan senior Lombok Tengah ini, diharapkan wadah jurnalis ini, benar-benar menjadi wadah jurnalis poros tengah untuk bisa teggakkan martabat jurnalis, ditengah berbagai macam tindakan oknum jurnalis yang selama ini justeru mencoreng dunia pers
Sesuai kesepatakan, JILT merupakan wadah yang terbuka bagi jurnalis lain yang aktif melakukan peliputan di Lombok Tengah. Asalkan punya sepakat untuk menjunjung kode etik dan tegakkan martabat, maka dipersilahkan untuk bergabung dalam wadah yang sepakat diberi nama JILT tersebut.
“Asal punya keinginan bersama untuk teggakan martabat jurnalis dengan teguh pegang dan junjung tinggi kode etik, maka disinilah wadah yang tepat,” ajak Jurnalis yang memulai karirnya sebagai jurnalis di Kantor Berita Radio (KBR) 68H Tahun 1998 ini.
Selain tujuan untuk intern anggota, JILT juga siap bersama-sama pemerintah turut membangun daerah, bangsa dan negara. Kerjasama yang dimaksud, tentu sesui dengan peran fungsi pers sebagai pilar ke 4 demokrasi.
“Sejumlah program, telah disepakati oleh semua anggota sebagai bentuk turut membangun daerah, khususnya lombok tengah Masmirah,” pungkas Sading yang kini mengelola Radio Talenta FM ini.
Adapun jurnalis yang masuk dalam organisasi baru ini. Diantaranya M. Rossidi, Saparudin, Mustain, Fatturrahman, Dodi Wiharjo dan Sading Al-Katari.
Selanjutnya, Sukamto, Maslun, Abdurrahman, Mahnun. Sritazaka dan Parizi. Fathurahman, A. Dery D, Andi Mardinata dan Baiq Lilyana. (NU-01)
