Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Majlis taklim Al-Marfu’ah Dusun Rajek Desa Sukaraja Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), memanfaatkan keutamaan malam dan hari Asyura (10 Muharram), dengan menyantuni puluhan anak yatim.
Santunan tersebut dilakukan di aula Majlis taklim setempat, Kamis malam (24/6).
Pimpinan majlis taklim Al-Marfu’ah Dusun Rajek Kecamatan Praya Timur Loteng Ustaz Amrillah Tolhah QH. SS mengatakan, santunan di malam Asyura ini, pihaknya bersama jamaah yang ikut muzakarah sepakat, untuk memanfaatkan keutamaan malam Asyura dengan cara memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar Desa Sukaraja.
“Kan kita punya program kajian kitab kuning setiap malam Jumat dan selasa untuk laki laki dan siang Sabtu untuk wanita, baik jamaah laki dan wanita sepakat untuk memanfaatkan keutamaan malam Asyura dengan cara menyantuni anak yatim dan alhamdulillah terlaksana,” katanya, Kamis malam (24/6).
Dikatakan, adapun keutamaan Asyura diantaranya, Pengampunan Dosa yaitu puasa di hari Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.
Pada tanggal 10 Muharram, terjadi peristiwa monumental, seperti diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun dan diterimanya taubat Nabi Adam AS.
Memperbanyak Doa dan Dzikir dengan cara nenghidupkan waktu malam dengan meningkatkan kualitas diri, bertaubat, dan memperbanyak doa.
Termasuk di anjurkan untuk bersedekah atau memberikan rezeki kepada keluarga, hal tersebut bisa mendatangkan berkah kelapangan rezeki sepanjang tahun bagi orang orang yang bersedekah di malam atau hari Asyura.
Termasuk juga menyantuni anak yatim dan fakir miskin. “Salah satu dari keutamaan malam dan hari Asyura, kita lakukan yaitu menyantuni anak yatim,” jelasnya.
Selain itu dikisahkan di negeri Mesir, salah seorang pedagang kurma yang kaya raya atas nama Athiyah Bin Khalaf, namun dia dapat musibah kebangkrutan, kendati demikian eks pedagang kaya raya ini, tetap berusaha bersedekah, kendati hanya pakaian yang sedang ia pakai kepada seorang anak yatim.
Pada suatu malam Athiyah bermimpi diberikan sebiji buah Apel, ketika di buka berisikan minyak wangi, dalam mimpi itu anak yatum yang ia kasih bajunya berkata, inilah balasan sedekah yang sudah diberikan. Lalu Athiyah terbangun namun bau wangi tidak bisa hilang kendati sudah terbangun lalu terbangun.
Kisah ini menyoroti besarnya keutamaan bersedekah dan membahagiakan orang lain pada 10 Muharram. “Mumpung masih ada kesempatan dan ada rizki untuk kita berbagi, saya harapkan untuk kita memanfaatkan keutamaan malam Asyura ini, semasih kita sehat untuk kita jadikan bekal di akhirat kelak,” tutupnya.
(NU-01).
