LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Di bawah kepemimpinan HL. Pathul Bahri Dr. HM. Nursiah, sebagai Bupati dan wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), Kabupaten ber mottokan Tatas Tuhu Trasne ini, panen prestasi.
Di akhir jabatannya, kembali Loteng meraih piagam penghargaan atas kontribusi dan kerja kerasnya dalam mendorong percepatan pembangunan Desa. Sehingga seluruh desa di Loteng mencapai status mandiri, maju dan berkembang.
“Penghargaan dari Menteri Desa dan PDT ini, adalah buah kerja keras masyarakat Loteng, bukan hasil kerja keras Pathul Nursiah,” tegas Bupati Loteng HL. Pathul Bahri.
Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab apakah artinya Patul Nursiah, jika apa yang telah diprogramkan selama ini, tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat.
“Semua program yang kita programkan, di eksekusi langsung oleh masyarakat, dan prestasi ini adalah buah penghargaan yang diberikan oleh masyarakat untuk Loteng,” katanya.
Atas hal itu, pihaknya berharap, dengan capaian status mandiri, maju dan berkembang, Desa Desa di Kabupaten Loteng agar terus berinovasi, berkreasi dalam pembangunan Desa masing masing.
“Jangan kita bangga dengan status mandiri maju dan berkembang lalu tidak berkreasi, namun Saya minta kepala Desa semakin banyak kreasi dan inovasi inovasi baru dalam memajukan Desa kita masing masing” pintanya..
“Saya lihat sudah cukup maju, sudah cukup baik penerapan di NTB ini,” sambung Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid saat acara Kick Off TTG Nusantara ke-25 di Jalan Udayana, Kota Mataram, NTB,l Ahad (14/7).
Taufik menyatakan penerapan TTG di NTB sudah berjalan dengan baik dan berharap kegiatan TTG Nusantara menjadi wadah untuk berbagi informasi dan pengetahuan antar-peserta. “Mudah-mudahan ada transaksi gagasan, share knowledge antara peserta untuk kemajuan desa,” tambahnya.
Taufik juga menekankan bahwa acara ini adalah momentum yang sangat baik untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional, khususnya di wilayah desa. Pada gelaran TTG Nusantara ke-25 ini, sebanyak 27 provinsi di Indonesia dipastikan hadir di NTB.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penerapan TTG di masing-masing daerah. Terutama dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
“Pada akhirnya berdampak pada pembangunan nasional dan ekonomi desa yang lebih maju dan mandiri,” tegas Taufik.
sementara itu, Pj Gubernur NTB, Dr. Hassanudin, mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah TTG Nusantara ke-25. Ia menyampaikan bahwa NTB memiliki banyak potensi, baik dari segi alam maupun sumber daya manusia (SDM), yang dapat menjadi modal untuk pengembangan desa melalui teknologi tepat guna.
“Kita harapkan sebagai tuan rumah dapat memanfaatkan peluang ini menjadi potensi, kekuatan dan kemajuan masyarakat kita,” harapnya.
Sebagai tuan rumah, TTG ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi NTB, terutama dalam memajukan daerah dan sebagai media untuk bertukar informasi antar peserta. Selain itu, gelaran TTG diharapkan dapat menunjang perekonomian NTB.
“Dari informasinya ada 27 provinsi yang aktif hadir. Saya yakin itu sangat potensial sekali. Mari kita lihat pengembangan yang lain, berkompetisi yang sehat, amati, tiru, dan modifikasi sesuai dengan tipologi, kondisi, dan peluang dari kita,” tegas Hassanudin.
Hadir Wamen Desa PDT, 8 Gubernur, Pj Gubernur NTB dan 33 kepala daerah kabupaten/kota, anggota forkopimda dan pejabat lainnya. Selain penghargaan kepada kepala daerah kabupaten/kota lainnya, piagam penghargaan juga diberikan kepada kepala desa berprestasi dan Gubernur dan kelompok penyelenggara Tekhnologi Tepat Guna (TTG) se Indonesia. (nu-01).
