SMAN 4 Praya, Serasa di Lingkungan Ponpes

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Berkunjung ke SMAN 4 Praya Kelurahan Prapen Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), serasa berada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes).

Pasalnya, dari ribuan siswa siswi, 5 menit sebelum waktu solat Dzuhur tiba, semua proses pendidikan di jeda sementara, dan semua siswa siswi berkumpul di Mushalla, untuk menunggu waktu solat Dzuhur berjamaah tiba.

“Lima menit sebelum waktu Dzuhur, semua proses pendidikan di jeda sementara, selanjutnya kita arahkan semua siswa ke musholla untuk solat berjamaah solat Dzuhur,” terang Kepala SMAN 4 Praya Lalu Muhammad Izam, MPd, Senin (9/9).

Kecuali lanjutnya, bagi siswa siswi yang sedang berhalangan dan beda keyakinan. “Yang diam di kelas hanya siswa-siswi yang beda keyakinan dan berhalangan,” terangnya.

Selanjutnya, demi lancarnya program solat berjamaah, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada Osis, sesuai daftar yang telah ia terima, osis telah membuatkan jadwal khusus, di mana masing-masing kelas, telah diberikan jam tugas, mulai dari tukang azan, Iqamah hingga imam solat.

“Setidaknya, Senin pagi nama nama yang bertugas ditempelkan sampai hari Sabtu, dan daftar tersebut terus menerus di buatkan secara bergiliran, sehingga siswa yang bertugas, sudah mempersiapkan diri sebelumnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk jadwal ceramah, usai solat zuhur tidak dibuatkan, mengingat untuk khitobah atau ceramah jadwalnya di pagi hari dan itupun segera bergiliran.

Ditanya apakah tempat solat mampu menampung semua siswa, mengingat jumlah siswa di SMAN 4 Praya sangat banyak.

Lalu Muhammad Izam mengaku, luas Musholla di lingkungan SMAN 4 Praya, sangat luas dengan ukuran 20 x 20 dan mampu menampung semua siswa untuk solat berjamaah.

Dikatakan Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter religius para peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai agama dan spiritualitas dalam pendidikan serta mengajarkan kepada peserta didik arti pentingnya ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.

Kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah ini dihadiri oleh seluruh peserta didik, guru dan pegawai. Hal ini adalah salah satu bentuk komitmen sekolah dalam memastikan bahwa agama dan spiritualitas menjadi bagian integral dari pendidikan. Beberapa poin utama terkait pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut:

Pembinaan Spiritual, Sholat Dzuhur berjamaah merupakan momen berharga untuk membina dan memperkuat dimensi spiritual peserta didik. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menghubungkan diri dengan Allah SWT dan merenungkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Agama: Selain sholat, kegiatan ini juga melibatkan pembelajaran tentang tata cara sholat, arti doa, dan pemahaman agama yang lebih dalam. Hal ini membantu peserta didik untuk lebih memahami praktik keagamaan mereka.

Solidaritas dan Kebersamaan, Sholat berjamaah juga mengajarkan nilai-nilai solidaritas, disiplin, dan kebersamaan. peserta didik belajar untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman dalam ibadah mereka.

Pendidikan Karakter, melalui kegiatan ini, sekolah aktif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Mereka belajar tentang keteladanan, kejujuran, dan rasa tanggung jawab kepada Allah SWT dan sesama.

Ia menambahkan, kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah ini adalah langkah positif dalam mendukung pendidikan karakter yang berlandaskan agama. Ia berharap bahwa kegiatan seperti ini akan terus menjadi bagian integral dari pengajaran di sekolah.

Dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah ini, sekolah menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia dengan dasar keimanan yang kuat. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *