Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Ratusan anak yatim diberikan santunan oleh Forum Komunikasi Pemuda dan Masyarakat Praya Timur (GONG MASPRATI) Lombok Tengah (Loteng). Santunan tersebut, di pusatkan di markas besar GONG MASPRATI Dusun Kebon Datu Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Loteng.
Di samping memberikan santunan, GONG MASPRATI juga memberikan bantuan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Al Mujahidin di kampung setempat, kemarin.
Hadir Kapolsek Praya Timur IPTU Jalaluddin, pengurus pembangunan Masjid Al Mujahidin, tokoh agama, tokoh masyarakat, puluhan anggota GONG MASPRATI dan para anak yatim.
Ketua Forum GONG MASPRATI (GMP) Zarel Samudra mengatakan, santunan kepada anak yatim, bukan kali pertama dilakukan, namun pada setiap sore jum’at, selama bulan November dan Desember, juga dilakukan hal yang sama.
“Kebetulan kami dari Forum GONG MASPRATI, sudah melakukan kerja sama dengan saudara kita pak Abdullah selaku pemilik Berkah Jaya Abadi, sang pemilik hiburan Rona Rona, di mana selama satu bulan suntuh kita adakan hiburan, dan hasil dari hiburan tersebut, kita hajatkan untuk santunan anak yatim, termasuk membantu panitia pembangunan Masjid Al Mujahidin,” katanya.
Menginformasikan kegiatan santunan ini lanjut ketua Forum GONG MASPRATI, pihaknya tidak pernah berpikir riya’ ataupun sombong, namun ini murni jadi motivasi bagi yang lain, terutama bagi masyarakat yang memiliki kelebihan rizki, untuk dibagikan kepada orang lain, terutama kepada anak yatim.
“Jika kita tidak peduli kepada mereka, lalu siapa yang mereka harapkan, makanya tujuan dari santunan ini, sebagai edukasi bagi yang lain, untuk bisa berbagi dengan yang lain, terutama kepada anak yatim,” ungkapnya.
Dikatakan, Dalam ajaran islam, diajarkan untuk berlomba lomba dalam melaksanakan kebaikan atau “Fastabiqulkhairat”.
Dari pijakan ajaran agama tersebut, apa yang dipublikasikan ini, salah satu bagian dari cara mengajak untuk berlomba lomba dalam kebaikan.
“Hidup ini saya umpamakan menanam, jika kita tanam padi maka rumput pasti ikut tumbuh, tapi cobalah menanam rumput maka mustahil padi ikut tumbuh begitu juga dengan berbuat kebaikan, kendati baik kita lakukan pasti ada saja yang kurang suka, tapi biarlah niat kami hanya melaksanakan ajaran agama,” paparnya.
Bukan hanya itu, agama juga menyebutkan “saidumfidduna Wasaidumfilakhiroh” Yang artinya, jika baik dikerjakan di atas dunia, maka baik pula yang akan didapatkan di akhirat kelak. “Tidak ada niat kami untuk mengajarkan, namun niat kami hanya saling mengingatkan,” tutupnya. (nu-01).
