Puluhan Muda Mudi Dilatih Cara Pencucian Sarang Burung Walet

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Puluhan Muda Mudi yang berasal dari lintas Kecamatan se Lombok Tengah (Loteng), mengikuti Pembinaan dan Pelatihan (Bimtek) cara pencucian sarang burung walet, yang diadakan CV. Ading Walet Al Buntaran Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Loteng, Rabu (30/11).

Pelatihan tersebut dilakukan selama dua hari, di gedung pencucian sarang walet markas Ammar Sasambo Ading Walet Desa Kateng Loteng, dengan menghadirkan tim ahli dari Solo.

Hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Kabid Agribisnis Dinas pertanian dan Peternakan Loteng dan para nara sumber dan tamu undangan lainnya.

Kepala Bidang (Kabid) Agribisnis Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng
Lalu Mujahidin mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, terus memberikan dukungan kepada para peternak sarang burung walet. Untuk bisa mengembangkan dan memajukan peternak nya, mengingat sarang burung walet, saat ini salah satu bisnis yang amat menjanjikan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Besarnya peluang menjadi komoditi bisnis yang menjanjikan, sehingga pemda Loteng melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, terus memberikan dukungan penuh, termasuk kegiatan Bimtek yang diprakarsai Kelompok peternak Ading Walet 99 CV Ading Walet Al Buntaran Desa Kateng ini.

Adapun tujuan dari Bimtek atau pelatihan pengolahan pencucian sarang burung walet ini adalah, guna meningkatkan kapasitas pelaku usaha atau kelompok peternak sarang burung walet.

Selanjutnya, dengan dilakukannya pencucian sarang burung walet, hasilnya tentunya bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk olahan pangan hasil peternakan, khususnya produk olahan hasil ikutan ternak sarang burung walet.

Sehingga nantinya, keberadaan hasil olahan CV. Ading Walet Al Buntaran di pasaran semakin tinggi dan ini tentunya akan berimbas terhadap lapangan pekerjaan semakin luas. “Meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Loteng, terus digenjot oleh pemda, salah satunya dengan cara mendorong kemajuan kelompok peternak walet, guna membuka lapangan pekerjaan baru di Loteng,” katanya.

Dengan bimtek ini lanjutnya diharapkan, ilmu yang didapatkan oleh peserta yang jumlahnya sebanyak 50 orang ini, mampu dikembangkan, sehingga nantinya hasilnya bermanfaat untuk diri, keluarga dan masyarakat banyak.

“Yang hadir dalam bimtek ini, sangat beruntung, sebab untuk bisa mendapatkan ilmu tata cara pencucian sarang burung walet butuh modal, namun Alhamdulillah pelatihan yang diprakarsai CV Ading Walet Al Buntaran gratis,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB drh Khairul Akbar, M.Si mengatakan, Gubernur NTB sedang gencar gencarnya melaksanakan misi dan visinya membangun NTB gemilang, salah satunya dengan cara mensukseskan misi yang ke lima, yakni mensejahterakan masyarakat dan menciptakan kemandirian.

Mewujudkan misi tersebut, seperti menghidupkan sektor pariwisata dan industrialisasi, termasuk budidaya sarang burung walet. “Peningkatan dan produktivitas sarang burung walet, terus diupayakan lebih baik, jika sudah terwujud maka itu akan Berimbas terhadap peningkatan Eksport sarang burung walet, sehingga industri sarang burung walet, jadi pilihan luar negeri,” katanya. “Apalagi sekarang olahan sarang burung walet sedang naik daun, dan kelompok peternak Walet 99 CV Ading Walet Al Buntaran, salah satu komoditi sukses dan telah mampu mengekspor olahannya sampai ke Luar Negeri,” sambungnya.

Atas kesuksesan tersebut, sedikitnya telah mampu membantu pemerintah Provinsi NTB, melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ke depan saya optimis, CV. Ading Walet Al Buntaran, yang  bergerak dalam olahan sarang burung walet, akan mampu membuka lapangan pekerjaan dan ini berimbas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.

Dikatakan, bimtek tata cara dan pelatihan pencucian sarang burung walet di NTB, baru pertama kali dilakukan di Kampung Walet Desa Kateng Loteng. Sebab kampung walet ini, satu satunya yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, dengan cara telah dibangunkan gedung pencucian hingga sarana dan prasarana.

“Di NTB, ini kali pertama kita lakukan bimtek pencucian sarang burung walet dan CV. Ading Walet Al Buntaran, satu satunya yang telah mengantongi ijin Nilai Tukar Peternak (NTP),” jelasnya.

Dengan adanya Bimtek ini, pihaknya berharap, lahirnya para kelompok peternak penghasil sarang burung walet, mengingat bisnis ini sangat menjanjikan, sebab selain sarangnya, kotorannya pun bisa dijadikan uang.

Sementara itu dalam arahannya Titin salah satu narasumber menjelaskan, menguasai teknik pencucian sarang walet. Tentu saja, memerlukan keahlian khusus. Proses dimulai dari pemilahan, kemudian pencucian hasil panen. Tujuan pencucian adalah untuk membersihkan sarang walet dari kotoran dan bulu-bulu yang menempel pada sarang.

Kemudian, dilakukan pemisahan antara sarang walet bersih dan kotor. Lalu, pemilahan berdasarkan kualitas. Pencucian sarang walet bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu pencucian skala kecil dan skala besar.

Teknik pembersihan dan pencucian sarang burung walet skala kecil misalnya, ada beberapa alat yang dibutuhkan, seperti pinset bak air, kuas kecil atau bisa menggunakan sikat gigi
Gunting atau cutter. Selanjutnya kipas angin, handuk kecil, keranjang sampah
Proses Pencucian:

Siapkan semua peralatan. Masukkan sarang walet ke dalam baskom, lalu tuangkan air bersih untuk merendam sarang walet. Bersihkan sarang walet menggunakan sikat perlahan-lahan hingga kotoran dan bulu-bulu terangkat.

Selanjutnya, diamkan sarang walet beberapa waktu supaya air meresap untuk memudahkan proses pencabutan bulu dan kotoran yang tersisa. Bersihkan dengan cara mencabut bulu yang menempel pada sarang memakai pinset.
Bilas, kemudian masukkan sarang ke dalam baskom yang berisi air untuk membuang sisa kotoran dan bulu-bulunya lalu dikeringkan.

Diamkan sehari semalam, setelah kering, kemudian masukkan ke toples atau tempat penyimpanan.

Sedangkan cara pencucian sarang walet skala besar, tentunya alatnya juga semakin besar dan proses pencucian hampir mirip cuman prosesnya lebih lebih lama.

Sementara itu H. Nurjipiansyah salah satu budidaya walet dari Kecamatan Batukliang Utara Loteng mengaku, bersyukur adanya bimtek ini. Sebab sudah lima tahun lamanya menggeluti budidaya ini, namun baru bisa dapat 1 kilo.

“Alhamdulilah di bimtek ini, saya dapatkan banyak ilmu dan insyaallah itu akan saya kembangkan, ternyata proses yang saya lakukan selama ini salah besar, jadi tidak heran selama 5 tahun hanya dapatkan 1 kilo. Dengan ilmu yang saya dapatkan, InsyaAllah budidaya sarang burung walet optimis bisa menghasilkan sarang lebih banyak,” yakinnya.

Sementara itu Owner CV. Ading Walet Al Buntaran Fina Novianti mengaku, bimtek perdana ini hanya melibatkan 50 orang saja. Sedangkan karyawan yang dibutuhkan lebih dari 100 orang. “Bimtek perdana ini kita libatkan 50 orang saja, mana yang telah memenuhi syarat itu nanti kita akan ambil jadi karyawan tetap, sedangkan kebutuhan kita sekitar 100 karyawan,” bebernya.

Setelah bimtek perdana ini sukses, CV. Ading Walet Al Buntaran, akan membuka Bimtek lanjutan, sampai mencapai 100 karyawan yang benar benar ahli. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *