35 Peserta Lomba Masak Ikan, Adu Cerdas Buat Menu Di Pendopo Satu

LOMBOK TENGAH (ntnupdate.com)- Sebanyak 35 peserta lomba memasak ikan lele, ikut memeriahkan lomba memasak ikan lele tingkat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

Lomba memasak ikan lele tersebut, di pusatkan di halaman pendopo 1 Bupati Loteng, Rabu (5/6).

Ketua Forum Ikan (Forikan) Kabupaten Loteng Baiq Nurul Aini mengatakan, kegiatan ini bertujuan membantu pemerintah daerah Loteng dalam menurunkan angka stunting di Loteng, secara khusus.

Lomba ini juga bertujuan, mencari bibit bibit unggul yang ahli di bidang memasak ikan. Mengingat lomba ini di lombakan sampai ke Nasional.

“Tahun lalu kota Mataram yang mewakili NTB di tingkat nasional, tahun ini Loteng harus mampu jadi juara di tingkat provinsi dan mewakili NTB di tingkat Nasional,” harapnya.

Kegiatan ini lanjutnya, ini merupakan bagian dari program PKK Loteng, bekerjasama dengan dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Loteng. Sebagai implementasi dari kegiatan ini, pihaknya bersama Diskanlut Loteng, di Minggu ke tiga bulan ini, akan turun ke masing masing Kecamatan, terutama di lokus stunting, sehingga paling tidak stunting di Loteng menurun.

“Memperbanyak makan ikan, itu sangat bermanfaat untuk kesehatan, jika tubuh sudah sehat, maka pikiran pun akan sehat pula, termasuk stunting akan menjauh,” katanya.

Hal tersebut dibuktikan dengan telah dijadikannya Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Loteng, di mana Desa ini dijadikan lokus stunting oleh pemerintah Provinsi NTB, dengan mengampanyekan makan ikan, stunting di Desa Aik Berik mampu diturunkan.

“Desa Aik Berik sempat jadi lokus Provinsi masalah stunting, mereka di berikan ikan dan hasilnya luar biasa, penangangan stunting di Desa tersebut bisa teratasi,” paparnya.

Implementasi dari lomba ini, masing-masing peserta lomba harus mensosialisasikan ke masyarakat banyak. Termasuk PKK juga akan mensosialiasasi sampai ke kampung kampung.

Agar masyarakat Loteng, lebih gemar menjadikan ikan, jadi menu makanan sehari hari.

“Tentunya kita akan cari cara lain mengkonsumsi ikan, biar tidak itu itu saja caranya di sajikan, dan anak anak kita tidak jenuh makan ikan, semakin banyak makan ikan, akan berimbas kepada peningkatan gizi masyarakat sehat Menuju generasi sehat kuat dan cerdas,” terangnya

Sementara itu, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri mengharapkan, agar masyarakat memanfaatkan lahan lahan yang ada, untuk membuatkan kolam kecil kecil. Di mana kolam tersebut bisa dijadikan tempat ikan.

Kenapa harus demikian, sebab manfaat ikan untuk tubuh sangat luar biasa, dan protein yang terkandung didalamnya bisa membuat anak cerdas dan pertumbuhannya juga.

“Di Utara saya lihat, banyak masyarakat yang memanfaatkan lahannya untuk membuat kolam dan isinya ikan, saya berharap di daerah tengah dan selatan, itu masih kurang, makanya saya harapkan lahan yang ada bisa dibuatkan kolam, dan diturunkan ikan, mengkombinasikan ikan untuk kecerdasan dan pertumbuhan anak sangat besar,” katanya.

Selanjutnya kepada ketua PKK Loteng, setelah ini harus meningkatkan kolaborasi dan buat program khusus bersama dinas Perikanan dan kelautan. Sebab setelah ini pihaknya menginginkan ada regulasi, tidak sebatas acara seremonial. “Setelah ini saya harapkan ada action, silahkan ibu PKK berkolaborasi dengan dinas terkait, buat implementasi dari lomba ini ada untuk kemaslahatan bersama,” ungkapnya.

Selanjutnya, selama ini Loteng tidak pernah sampai ke Nasional, padahal ikan ikan Loteng, tidak pernah kalah dengan ikan ikan di luar Loteng.

Dari itu, pihaknya berharap para dewan juri harus lebih jeli dan intens memberikan penilaian, tidak sebatas ada hubungan keluarga dan yang lainnya.

Sebab yang jadi juara ditingkat kabupaten,akan ada lomba yang sama di tingkat Provinsi hingga nasional.

“Kualitas ikan kita sangat luar biasa, cuman kita belum pernah sampai ke nasional, ini harus di pikirkan dewan juri, bila perlu ada menu menu yang lebih istimewa bisa di ajarkan, agar nantinya Loteng bisa mewakili NTB di kancah Nasional,” harapnya.

Sementara itu kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Loteng Nurjahman mengatakan, dari 35 peserta, semuanya ini berasal dari unsur drama wanita, OPD dan dunia usaha.

Memilih lomba memasak dengan bahan baku ikan, mengingat manfaat ikan sangat luar biasa untuk kecerdasan anak dan kesehatan.

Di tengah perjuangan Pemda Loteng menurunkan angka stunting, gemar makan ikan salah satu langkah, dinas perikanan dan kelautan, bekerjasama dengan PKK Loteng, sehingga di harapkan lomba memasak yang menunya dari ikan, dilombakan bisa membantu Pemda Loteng dalam menurunkan angka stunting.

Selanjutnya implementasi dari kegiatan ini, tentunya akan ada program khusus yang akan dilakukan bersama PKK. “Regulasinya, nanti kita pikirkan sesuai dengan kondisi di lapangan, yang jelas implementasi dari lomba ini, setelahnya harus kita kembangkan bersama,” tutupnya. (nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *