LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) jadi icon pariwisata dunia.
Kini Desa Wisata Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Loteng, masuk 50 besar Desa wisata dari 6000 desa wisata se Indonesia.
“Tidak salah menempatkan pejabat sesuai dengan bisiknya, pastinya semua akan beres, termasuk di Dinas Pariwisata Loteng, saya melihat sekarang banyak perubahan,” kata Dodi Wiharjo, kemarin.
Apalagi lanjut dia, kemajuan Pariwisata di wilayah Loteng bagian selatan, tidak lepas dari peran Lalu Sungkul, saat masih menjabat sebagai Camat di Pujut.
Kesuksesan mengawal wisata di bagian selatan, kini Lalu Sungkul mulai melakukan pembenahan wisata di bagian Utara, seperti Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Loteng.
“Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Loteng, jadi utusan NTB dalam lomba Desa wisata dan Alhamdulillah, dari 6000 peserta Desa wisata se Indonesia, Desa Aik Berik konon sudah masuk 50 besar,” ungkapnya.
Atas hal itu, pihaknya berharap Desa Desa wisata yang pernah digaungkan, sekarang mulai bangkit, seperti kesuksesan yang di raih Desa Aik Berik ini.
“Kami berharap di bawah komando kepala Dinas Pariwisata Lalu Sungkul, pariwisata di Loteng semakin maju dan Desa Aik Berik Sukses jadi juara di tingkat Nasional tentunya,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Loteng Lalu Sungkul mengaku bangga dengan Pemerintah Desa (Pemdes), Aik Berik, yang sukses memanfaatkan kekayaan alamnya, sehingga sukses masuk 50 besar dari 6000 Desa Wisata se Indonesia.
“Kemarin kalau tidak salah Desa Aik Berik sudah masuk 50 besar dari 6000 Desa wisata se Indonesia, mudah mudahan kita bisa masuk 10 besar,” harapnya.
Sudah masuk 50 besar lanjut mantan Camat Pujut ini, pihaknya berharap Pemdes Aik Berik, terus melakukan inovasi di sekitar wisata Aik Berik, mengingat tim penilai dari beberapa kementerian turun tanpa komando, melakukan penilaian.
“Saya sarankan lakukan inovasi, sebab tim penilai turun tanpa ada pemberitahuan, artinya mereka para tim penilai dari kementerian turun tanpa ada jadwal,” paparnya.
Atas kesuksesan ini, pihaknya juga berharap kepada semua Desa se Loteng, untuk menjadikan keberhasilan Desa Aik Berik jadi filter, untuk terus berinovasi.
“Jadi Desa wisata bukan hanya terfokus pada kekayaan alamnya, namun silahkan sesuaikan dengan potensi yang ada, tentunya yang bernilai ekonomi kreatif baik ditinjau dari kreatifitas masyarakat, untuk selanjutnya dikembangkan jadi pariwisata. Pada intinya melahirkan gebrakan baru menuju Desa wisata yang mandiri dan maju,” pintanya. (nu-01).
