LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Diduga Kepala Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng) Zulkarnain, sakit hati terhadap pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikuna Zaenuddin Atsani NW, Dusun Lengkok Dane Desa Semoyang TGH. Selamat Syukur Ikhlas.
Dugaan sakit hati tersebut, berimbas terhadap pelayanan publik. Pasalnya Sejumlah santri Ponpes Syaikuna Zaenuddin Atsani NW Desa Semoyang, sekaligus warga setempat, mendatangi kantor Desa Semoyang. Para santri tersebut, datang untuk mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sebagai syarat mengajukan Kartu Indonesia Pinter (KIP).
“Kami langsung di tanya, di mana sekolah, kami langsung jawab di Ponpes Syaikuna Zaenuddin Atsani, lalu pak kades bilang, segala bentuk pelayanan di desa, kami tutup untuk santri ponpes itu,” curhat Alam Januar salah seorang santri kelas X 1 Madrasah Aliyah Ponpes Syaikuna Zaenuddin Atsani NW Dusun Lengkok Dane Desa Semoyang, Selasa (2/7).
Saat ke kantor lanjut santri ini, pihaknya datang bersama gurunya, untuk mengurus kepengurusan SKTM, sebagai syarat mengurus kepengurusan PIP. Namun di depan para gurunya juga kades Semoyang ini menolak mentah mentah.
“Kalau Ndak salah kami ke sana bersama sesama santri dan guruku juga, tapi pak kades tetap kukuh tidak mau mengurus kebutuhan kami, sebagai santri sekaligus masyarakat Desa Semoyang,” katanya.
Hal yang tidak bisa ia lupakan, pernyataan pak kades yang mengatakan, selama sekolah di yayasan Ponpes Syaikuna Zaenuddin Atsani, semua kebutuhan di kantor tidak akan dilayani.
Jika beliau pak kades, ada sangkut paut dengan guruku, kenapa disangkut pautkan dengan pelayanan publik. Apalagi santri yang datang ini, semua masyarakat Desa Semoyang, yang nyantri sekaligus mondok di tempat.
Jika demikian, kenapa tidak seluruh keluarga para santri di keluarkan dari data desa. Sebab kebutuhan masyarakatnya, tidak di layani
Sementara itu Kepala SMP IT M. Fatoni mengaku, kesal dengan cara kepala Desa yang mencampur aduk urusan pribadi dengan pelayanan publik. Semestinya sebagai pimpinan harus mampu memberikan pengayoman kepada warganya, tidak sebaliknya urusan pribadi di campur aduk dengan urusan kemaslahatan orang banyak.
Sementara itu Sekretaris Desa Semoyang Sahrun Amin mengatakan, soal ini pihaknya tidak tau, jadi silahkan saja langsung ke Kepala Desa langsung.
“Murni saya tak tau, ada atasan saya yang bisa jelaskan, jadi silahkan langsung konfirmasi bapak Kepala Desa,” pintanya.
Sementara itu Kepala Desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Loteng Zulkarnain melalui pesan di WhatsApp nya menuliskan, saat ini sedang di Mataram dan sepulangnya nanti, pihaknya akan ketemu sama orang tuanya dulu.
Selanjutnya kenapa pihaknya belum bisa kasi administrasi pemerintahan itu karena TGH Selamat mau memekarkan Jum’at.
Sehingga pihaknya, perlu untuk ketemu sama orang tuanya, untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman.
“Setelah ketemu, Pasti saya akan kasih, tapi ketemu orang tuanya dulu,” jelasnya menuliskan.
Selanjutnya masalah SKTM, pihaknya akan cek dulu apa mereka kaya atau miskin
“Saya punya dasar hukum dalam menentukan kebijakan dik. Tidak mudah jadi orang kepala desa. Jadi TTd agak sulit bagi pembangkang dan mudah TTD bagi yang patuh,” tulisnya. (nu-01).
