Petani Tembakau Loteng Puncaki Data Nasional, Kabupaten Malang Datang Belajar

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Petani Tembakau Lombok Tengah (Loteng), masuk 10 besar tingkat Nasional. Hal tersebut memantik perhatian Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malang Jawa Timur dan sejumlah asosiasi, datang belajar ke Loteng.

Bersama rombongan satu bus, rombongan Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pemda Malang, tiba di Dinas Pertanian dan Perternakan (Dispertanak) Loteng, dan di sambut langsung Kepala Dispertanak Loteng, bersama sejumlah Kabid. Rabu (7/8).

Kepala Dispertanak Loteng Kamrin mengatakan, keberhasilan para petani tembakau Loteng pada khususnya masuk 10 besar di tingkat Nasional. Ternyata telah, memantik perhatian Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malang Jawa Timur.

“Sebelumnya, kami telah terima surat terkait kedatangan rombongan Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pemda Malang Jawa Timur dan para asosiasi, kata mereka, setelah melihat data pusat soal tembakau, ternyata petani kita masuk 10 besar sukses, sehingga mereka menjadikan Loteng sebagai lokus studi banding dan rombongan di pimpin langsung kepala Dinasnya,” katanya

Dalam kunjungannya, mereka mempertanyakan bagaimana caranya mengolah daun tembakau agar bisa dijual dalam bentuk kering atau sudah dikemas, sebab mereka di sana, ternyata rata rata menjual daun tembakau masih posisi basah, artinya setelah di petik langsung di jual.

Sedangkan petani kita, rata rata dikeringkan dulu, lalu di kemas, baru di jual. Dan jika dibandingkan dengan perbandingan harga, tembakau kering dua kali lipat harganya. Inilah yang membuat Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pemda Malang Jawa Timur dan para asosiasi, datang belajar ke Loteng.

“Katanya sih tadi, mereka sudah memperbandingkan harga daun tembakau yang masih basah dengan yang kering, ternyata perbandingan harga dalam satu kilo saja, untuk daun kering sudah untung Rp 6 ribu, jika dibandingkan daun kering, inilah yang mereka pelajari bagaimana proses pengeringan di petani tembakau kita,” ujarnya.

Dikatakan, untuk memperoleh hasil maksimal, pihaknya telah meminta sejumlah petugas, ikut mendampingi rombongan turun langsung ke para pengopen tembakau. Seperti di Semparu Kecamatan Kopang, ada juga ke Kecamatan Praya Timur.

“Yang jelas, setelah kita berikan penjelasan, ada tim yang langsung mendampingi mereka turun ke lokasi pengopenan, agar pemahaman proses pengeringan di jelaskan langsung oleh petani bersangkutan dan melihat secara langsung proses pengeringan, agar apa yang menjadi tujuan datang ke Loteng dapat ilmu yang banyak,” tutupnya. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *