Sosok H. Lalu Pathul Bahri Bupati Lombok Tengah, di Hadapan Para Gurunya (2)

Bawaan seseorang sulit terlupakan, baik dalam diri sendiri dan ingatan sejawat. Bupati Loteng misalnya, kendati duduk jadi pejabat tertinggi di Loteng, beliau tidak jumawa, kesederhanaannya selalu ditunjukkan dalam berinteraksi. Ternyata, sifat kesederhanaannya, sudah jadi bawaan sejak kecil, seperti yang dituturkan Guru Kimia nya, saat masih sekolah di SMAN 1 Praya.

Berikut paparan ntbupdate.com

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

SIFAT dan karakter Seseorang, cendrung sudah jadi bawaan sejak lahir dan garis keturunan, ada juga sipat dan bawaan seseorang lahir dari sebuah perjalanan dan pendidikan, termasuk, bisa saja lahir dari proses sejarah hidup. Sifat seseorang itu mengalir seperti air dan melekat dalam diri, tidak terombang-ambing oleh jabatan, kendati sesekali sipat itu,  terkadang tergerus oleh jabatan.

Beda halnya dengan Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, kendati duduk di puncak pimpinan sebagai Bupati di Lombok Tengah. Namun sifat kesederhanaan, hormat, tawadhu kepada para gurunya, tidak pernah hilang.

“Bupati Lombok Tengah ini, dulunya pendiam, berpenampilan sederhana dan prestasinya bagus, soal hormat kepada gurunya, selalu dikedepankan, makanya diacara halal bihalal pensiunan Guru SMAN 1 Praya, era tahun 1980, kita undang langsung dan karakter atau sifatnya kepada gurunya, tetap seperti dulu, saya kagum sama murid saya yang satu ini,” Sebut guru Kimia SMAN 1 Praya era tahun 1980, yang saat ini baru berumur 76 tahun atas nama Kuswidoro kemarin.

Wanita asal Malang Jawa Timur ini mengaku, kebanggaan seorang guru ketika melihat muridnya bisa sukses. Apalagi bisa menjadi pemimpin yang amanah. Terlebih pemimpin yang tetap sederhana dan selalu memuliakan gurunya. “Kalau sama saya H. Lalu Pathul Bahri ini dimanapun ketemu pasti cium tangan dan selalu menyebut nama kita, hal inilah yang membuat kita bangga. Tidak pernah lupa nama dan jasa gurunya saking sayangnya sama gurunya,”ungkapnya.

Sebagai seorang guru, pihaknya merestui dan berharap H. Lalu Pathul Bahri, bisa menjadi khadam masyarakat. Agar keberhasilannya selama memimpin Loteng selalu dikenang. “Kami sangat terharu karena meski saat ini jadi pemimpin tapi tetap sederhana dan selalu sayang gurunya,”tambahnya. (bersambung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *