LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cabang Lombok Tengah (Loteng), mengusung Tema: Integrasi Sebagai Pilar Utama Kepemimpinan Pelajar.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Auditorium Kampus Universitas Qomarul Huda (Uniqhba) Bagu Kecamatan Pringgarata Loteng, berjalan lancar dan sukses.
Acara tersebut bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, sinergi, dan harmonisasi antara pimpinan pelajar di tingkat cabang, sekaligus merumuskan program kerja strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan dan sosial di era digital. Sabtu lalu.
Hadir, Pembina IPNU Loteng Dedet zelthauzallam, Ketua PW IPNU NTB Yusril Ihza Mahendra, dan ketua majelis alumni IPNU Loteng Lalu Akor Rizaki serta jajaran pengurus IPNU-IPPNU di berbagai kecamatan se-Loteng, serta tokoh-tokoh penting dari Nahdlatul Ulama, pemerintah daerah, dan pemuda setempat.
Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Loteng Ahmad Imamul Huda menekankan pentingnya integrasi dan kebersamaan dalam mengelola organisasi kepemudaan.
Untuk Tema sendiri, pihaknya ambil sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin kompleks. Kolaborasi antara berbagai elemen pelajar menjadi kunci dalam menciptakan kepemimpinan yang solid dan berdaya guna.
“Kami berharap, melalui Rapimcab ini, IPNU-IPPNU Loteng bisa menjadi role model dalam mempraktikkan integrasi di segala lini,” cetus Huda.
Dalam sambutannya, Ketua PW IPNU NTB Yusril Ihza Mahendra, mengharapkan dalam Rapimcab ini, lahirnya ide ide cemerlang, gagasang yang menawan, yang bersifat membangun untuk organisasi maupun untuk daerah.
“Bedanya IPNU IPPNU sama DPR pada anggaran saja, kalau kita Pokok Pikiran dituangkan secara ikhlas tapi DPR ada anggarannya,” katanya sembari bercanda gurau.
Pria yang akrab disapa Hendra Doping ini juga mengingatkan agar semua kader dan anggota mampu menjadi penggerak Intelektual dan peradaban (syuhud Tsaqofi dan Hadlori). “Masa depan ada pada tangan kita dan kita akan raih bersama,” ungkapnya
Sementara itu, ketua pembina Dedet Zelthauzallam menyampaikan, implementasi dari tema yang diambil, pihaknya berharap mampu di laksanakan secara nyata dalam kehidupan berorganisasi.
Menurutnya, integrasi tidak hanya berbicara tentang kolaborasi antar anggota, tetapi juga tentang pemahaman bersama akan visi dan misi organisasi.
“Kepemimpinan yang kuat lahir dari kemampuan untuk menyatukan visi dan potensi yang berbeda-beda. Melalui integrasi, kita bisa menghadirkan solusi nyata untuk berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pelajar saat ini. Semoga IPNU IPPNU Loteng jadi penggerak perubahan positif di kalangan pelajar, dengan integrasi sebagai pilar utama dalam mewujudkan kepemimpinan yang progresif dan berintegritas,” harapnya.
Pantauan ntbupdate.com, usai rapimcab dibuka, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan program strategis keberlangsungan IPNU-IPPNU Loteng, baik jangka pendek maupun panjang. Di antaranya adalah peningkatan literasi digital, program kaderisasi yang inklusif, serta gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan pelajar di sekolah sekolah umum.
Acara ini di tutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam menjalankan organisasi di wilayah masing-masing. (nu-01)
