Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Lahirnya kurikulum merdeka yang memuat tentang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5PRA), telah menjadikan perubahan besar bagi keluarga besar MTsN 4 Lombok Tengah (Loteng).
Madrasah negeri yang beralamat kan di Dusun Burika Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng ini, kini, kondisi lingkungannya semakin bersih, nyaman dan asri, termasuk pola kebiasaan siswa semakin rapi dan disiplin.
Pasalnya, implementasi dari P5PRA betul betul diterapkan. Semua siswa berpacu dalam Fastabiqul Khaerat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Ada dua hal yang bikin anak anak kami semangat dalam menjaga kebersihan, pertama guru agama memberikan pembelajaran kelebihan menjaga kebersihan, bahwa kebersihan itu bagian dari iman, ke dua implementasi dari kurikulum merdeka terutama dalam P5PRN,” terang kepala MTsN 4 Loteng H. Zulhadi, Sabtu (21/9).
Atas hal itu, masing-masing kelas telah kompak membuat bak sampah yang terbuat dari kayu dan bambu, dan mereka menempatkan bak bak tersebut, persis di depan kelas masing-masing. “Kami juga tidak tau, kapan mereka kompak membuat bak sampah dan mereka taruh di depan kelas masing-masing, mungkin mereka merasa terpanggil dengan isi kurikulum merdeka, sehingga dengan sendirinya tergugah,” katanya.
Senada dikatakan ketua tim Wiradata, ia mengatakan, mengimplementasikan kurikulum merdeka, terkhusus P5PRN, pihaknya bersama semua guru sudah menanamkan komitmen bersama, bagaimana caranya agar implementasi kurikulum merdeka terkhusus P5PRN, harus diimplementasikan di lingkungan madrasah.
Mengingat penanaman dalam P5PRN, mampu mengubah gaya hidup, terutama dalam kecintaan dan keutamaan menjaga kebersihan.
“Kebetulan saya diamanahkan jadi koordinator tim P5PRN, menanamkan rasa cinta pada anak anak akan kecintaannya pada lingkungan, harus dimulai dari diri, termasuk di lingkungan madrasah, sehingga pada akhirnya nanti anak anak terbiasa di rumah menjaga kebersihan,” katanya.
Selain itu, implementasi dari P5PRN, juga mampu mengubah gaya Hidup berkelanjutan di madrasah, misalnya saja, mereka kontinu melaksanakan apa yang sudah jadi tugas masing-masing, tanpa mereka harus di komandoi gurunya.
Sampah sampah plastik, itu di modifikasi jadi bahan yang memiliki manfaat, seperti penutup botol disulap jadi tas menarik dan jadi perabotan di dalam kelas dan yang lainnya.
Sementara itu Waka Kurikulum Hery Kusuma Jaya mengaku, bangga dengan kreasi siswa yang dengan sendirinya membuat tempat sampah yang mereka tempatkan di depan kelas.
Terlebih nya lagi, mereka sudah membagi tugas setiap hari memilih mana saja sampah yang layak di modifikasi dan tidak.
“Semoga ini awal dari pembiasaan hidup bersih dimulai dari lingkungan madrasah dan berharap bisa diterapkan di rumah dan masyarakat,” tutupnya. (nu-01)
