Pokjawas Kemenag Loteng, Tunjuk MIN 1 Loteng Jadi Sampel Kualitas Pendidik

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Kelompok Kerjasama Pengawas (Pokjawas) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), telah menjadikan MIN 1 Loteng, sebagai sampel peningkatan kualitas pendidikan.

Ketua pokjawas Kemenag Loteng H. Sahibullah mengatakan, dipilihnya MIN 1 Loteng, sebagai sampel dalam melakukan supervisi, mengingat madrasah negeri ini, telah banyak menunjukkan prestasi. Dan lahirnya prestasi tersebut, tentunya itu buah dari keberhasilan para pendidik.

Termasuk pula dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, sehingga madrasah di bawah binaan kemenag ini, jadi potret keberhasilan pendidikan, terkhusus di internal kemenag.

“Kita sama sama tau, madrasah ini selalu jadi idolanya para pecinta ilmu, makanya untuk mempertahankan itu, kami dari pokjawas Kemenag, telah menjadikan madrasah ini jadi pilot project keberhasilan pendidikan, makanya kita jadikan madrasah ini jadi lokasi supervisi,” katanya kemarin.

Adapun dalam Supervisi, secara umum adalah melakukan pengawasan, inspeksi, serta inspeksi.

Dijelaskan, melakukan pengawasan terhadap aktivitas pendidik, untuk memastikan bahwa segala sesuatu dilakukan dalam mendidik dilakukan dengan benar sesuai aturan, dalam dunia pendidikan.

“Pengawasan, prosesnya sudah dilakukan, mulai dari menilai hingga mengukur,” jelasnya.

Selain itu, supervisi juga bisa di artikan dengan pengawasan berupa suatu aktivitas pelatihan, yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai dalam melakukan pekerjaan secara efektif.

“Pada intinya, supervisi adalah usaha yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada guru-guru agar mampu memperbaiki pengajaran dan kurikulum,” jelasnya

Selanjutnya bicara tujuan Supervisi lanjutnya, untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana serta memperbaiki proses dan hasil belajar mengajar.

Selain itu, melakukan pembinaan kepada guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan, serta membantu peran sekolah mencapai tujuan.
Meningkatkan kesanggupan guru untuk mempersiapkan peserta didik, menjadi anggota masyarakat yang efektif.
Membantu guru mengadakan diagnosis dengan kritis, serta dalam kesulitan mengajar.

Sementara itu Kepala MIN I Loteng
H. Munawir Halil, mengaku bersyukur telah dijadikan MIN I Loteng, sebagai sampel tempat melakukan supervisi terpadu. Dalam supervisi ini pihaknya telah menggandeng 6 pengawas, dan melibatkan 54 guru di internal MIN I Loteng.

Supervisi terpadu ini merupakan program pembinaan yang dilakukan oleh pengawas profesional untuk membantu guru dan tenaga pendidik dalam memperbaiki bahan, metode dan evaluasi pengajaran dengan melakukan stimulasi, koordinasi dan bimbingan secara kontinyu agar guru menjadi lebih profesional dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar.

“Karena ini bagian dari amanah, saya Seoptimal mungkin berbuat, paling tidak semua pendidik kompeten dibidangnya masing-masing, profisional dan tertib administrasi tentu outputnya ke siswa juga akan baik,” terangnya.

Dari hasil supervisi terpadu itu Alhamdulillah rata rata guru mendapatkan nilai di angka 80 itu artinya guru-guru di MIN 1 Loteng telah tertib administrasi dan dinyatakan profisional sebagai tenaga pendidik.

“Adapun yang di nilai dalam supervisi ini seperti analisis kalender pendidikan, jadwal, PPATP, dan evaluasi kelas,” Ujarnya.

Sebelumnya lanjutnya, pihaknya sudah melakukan supervisi mandiri yang di lakukan langsung pihak madrasah dengan mengecek langsung kesiapaan administrasi masih masing guru. Setelah dinyatakan lengkap baru pihaknya menjadwalkan supervisi terpadu oleh Pokjawas.

“Sebagai bentuk profisionalitas, kami akui sebelum pengawas turun melakukan supervisi terpadu jauh hari sebelumnya kami sudah melakukan supervisi mandiri terhadap semua guru jadi kami sudah siap semuanya,” terangnya.

Ia berharap, dengan di lakukannya supervisi terpadu oleh pengawas ini dapat menghasilkan output yang baik ke anak didik. Supervisi ini juga bisa di buat menjadi acuan untuk melihat dan mengawasi guru tentang disiplin administrasi agar terencana dengan baik.

“Mudah mudahan kedepan MIN 1 Loteng semakin maju di bawah para tenaga pendidik yang profisional,” tutup H. Munawir. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *