Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pasca pandemi covid-19, angka pengangguran di Lombok Tengah (Loteng), mengalami penurunan dari 3,02% di tahun 2022 menjadi 2,78% di tahun 2023.
Menurunnya angka pengangguran di Loteng tersebut, tidak lepas dari lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Loteng, yang mampu membuka lapangan pekerja, sesuai skill yang dimiliki.
Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) BLK Loteng Dedet Zultauzzalam mengaku, apa yang pernah ia lakukan tidak lepas dari tanggungjawabnya sebagai kepala BLK Loteng.
“Sesuai beban kerja yang ditugaskan, kami bersama seluruh karyawan BLK Loteng, semampunya kami berbuat, dari 17 jurusan yang telah dibuka, alhamdulillah setelah selesai pendidikan mereka bisa bekerja dan tidak sedikit lulusan BLK membuka usaha sendiri,” terangnya, Selasa (12/11).
17 jurusan yang dimaksudkan adalah Barista, Desain Grafis, Garmen (menjahit), Las, Otomotif, Digital marketing, Bahasa Jepang dan Front Liner.
Selanjutnya Bahasa Inggris, Tata Boga, Hidroponik, Tata Rias, Basic Office, Listrik, AC atau Penyejuk Udara, Bangunan dan SPA.
Alumni IPDN ini menambahkan, kenapa pihaknya yakin lulusan BLK Loteng sudah berbuat untuk daerah, terutama dalam menurunkan angka pengangguran. Sebab di masing-masing jurusan ada koordinator artinya ada grup yang mereka buat sendiri.
Di grup inilah pihaknya mengetahui, hasil mereka di luar dan rata rata dari semua jurusan mereka semua rata rata sudah bekerja.
Yang menariknya lagi, ada diantara mereka, ternyata sudah mandiri dan membuka lapangan pekerjaan. Dan tidak sedikit para pekerja mampu direkrut sebagai tenaga. “Kami sangat bersyukur, ilmu yang sudah mereka dapatkan, bisa bermanfaat untuk orang lain, apalagi mereka punya keluarga dan bisa mensejahterakan keluarganya,” ungkapnya. (nu-01)
