Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Di acara pembinaan Ribuan Guru ASN dan non ASN, di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB.
Di tengah acara pembinaan, masing-masing guru diberikan kesempatan untuk bertanya, salah seorang guru madrasah, atas nama Mustika Ratu, di hadapan Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz.
Guru Madrasah ini, blak blakan kalau Kemenag Loteng pelit informasi, sehingga dari semua apa yang disampaikan Bapak Kanwil Kemenag, tidak ada satupun yang sampai ke guru.
“Kemenag Loteng, saya rasa sangat tertutup, sehingga dari semua informasi yang disampaikan sama bapak Kanwil Kemenag, tidak ada satupun yang sampai ke kami, kecuali saat ini,” sindir guru ini di hadapan pak Kanwil Kemenah NTB, saat acara pembinaan ASN dan non ASN, Rabu (20/11).
Padahal lanjutnya, informasi informasi menggembirakan seperti ini sangat di harapkan oleh semua guru, Terkhusus guru yang belum tersentuh dengan program bapak Menteri Agama.
“Apa yang saya rasakan dan harapkan, semua guru juga merasakannya, sebab kami sudah bertahun tahun mengabdi, tapi program pak menteri, terkhusus program guru insentif, kami tidak tau,”
tegasnya.
Terlebih lagi saat ini sudah zaman tekhnologi, semestinya semua program ataupun yang lainnya, yang menyangkut program Kemenag, harus di umumkan melalui situs atau website Kemenag. Sehingga para guru tau, apa saja informasi terkini bisa di akses.
“Saya yakin semua guru madrasah, cerdas semua, apalagi untuk mengakses informasi tentang Kemenag, saya rasa semua guru sudah bisa,” sindirnya.
Atas hal itu, melalui kesempatan ini, pihaknya sampaikan, semoga di tahun berikutnya semua program tentang Kemenag, bisa di akses melalui laman atau website Kemenag, atau lewat media masa, agar semua guru tau informasi.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz mengaku terkejut, program Kemenag ada yang tak nyampai ke para guru.
“Mohon kepada semua kasi, terkhusus Kemenag Loteng, untuk selalu welcome dan manfaatkan tekhnologi yang ada, untuk menyebarkan informasi terbaru Kemenag,” pintanya.
Sebab dari beberapa informasi tersebut, insyaallah ini akan melahirkan Fastabiqul Khairot di kalangan para pendidik dan berimbas kepada kemajuan Kemenag sendiri. “Yang jelas, saya harapkan semua pejabat di lingkungan Kemenag, jangan tutup akses informasi, apalagi saat ini bapak Presiden dan wakil presiden memberikan ruang khusus kepada madrasah dan Ponpes,” tutupnya. (nu-01)
