Pembinaan ASN dan Non ASN di Lobar, Kanwil Kemenag NTB Langsung Action

Lombok Barat (ntbupdate.com)- Melakukan perubahan harus di mulai dari diri masing-masing, apabila sudah bisa mempraktikkan baru di praktik kan kepada orang lain.

Sebab yang namanya membina, semua apa yang akan diberikan, sebelumnya harus dikuasai, itulah yang dipraktikkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB.

“Jadi guru pastinya pelajaran yang akan diberikan kepada siswanya, sudah dikuasai sebelumnya, demikian juga saya, memberikan pembinaan, tentunya saya harus mencontohkan, makanya saya turun dari Podium, sembari menjelaskan dan mempraktikkan langsung kepada peserta yang dibina,” kata Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, saat memberikan pembinaan kepada 2000 ASN dan non ASN di halaman Kantor Kemenag Lobar, kemarin.

Kenapa ini dilakukan lanjutnya, agar apa yang menjadi program pembinaan ini tepat sasaran. Selain itu, karakter masing-masing orang pastinya berbeda, sehingga dengan membiasakan diri langsung praktik.

Sedikit tidak ASN yang mentalnya kurang, akan terbiasa dan berani menyampaikan keluh kesahnya, di sebabkan pemateri dalam pembinaan ini, langsung ada di tengah tengah peserta.

“Yang malu bertanya, insyaallah berani bertanya, makanya saya turun dan berbaur di tengah para guru, biar para guru terbiasa,” ungkapnya.

Selanjutnya kepada semua guru, penyuluh, penghulu, para kasi Kua dan yang lainnya, mari bersama sama melaksanakan tugas sesuai dengan bidang masing-masing. Jaga nama Kementerian agama, mari berpartisipasi dalam melakukan tugas, sebab tugas yang diberikan, insyaallah semuanya akan tercatat sebagai amal ibadah.

“Saya kangen, saya rindu dengan keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat . Kita harus cinta, kita harus sayang dengan lembaga Kementerian Agama dan salah satu caranya adalah bekerja sesuai dengan Tupoksinya masing-masing sesuai dengan regulasi yang ada,”. Ujarnya.

Dikatakan, sebagai pimpinan tertinggi di Kemenag di NTB, tentunya memiliki tanggung jawab besar. Semua persoalan di perjuangkan di pusat.

Mulai dari soal sertifikasi, guru inpassing di madrasah swasta bisa di tingkatkan menjadi guru PPPK. Termasuk juga soal keberadaan Pondok Pesantren dan yayasan, semua di perjuangkan.

Apalagi saat ini, bapak Presiden H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, sangat perhatian kepada madrasah. Sehingga melalui program Asta cita, mari kita buktikan, kalau madrasah siap mendukung semua program pemerintah.

“Semoga apa yang kita lakukan, semuanya tercatat sebagai amal ibadah kita,” tutupnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *