Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Hari Ulang Tahun (HUT) SMAN 1 Kopang Kecamatan Kopang Lombok Tengah (Loteng) ke 42, adalah HUT ke 2 kepemimpinan Sry Sumiati jadi Kepala sekolah, di SMAN 1 Kopang Loteng.
Perayaan sekali setahun ini, bakal dihelat meriah dan akan di jadikan adu kreasi siswa dan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Kreasi siswa yang saya maksudkan, pertama kreasi siswa akan kita tampilkan dan lombakan, ke Dua kebahagiaan bagi masyarakat, kita juga akan adakan acara jalan sehat, dan pentas seni sekolah dan Bazar untuk umum,” Jelas Kepala SMAN 1 Kopang Sry Sumiati, Senin (2/12).
Selain hal di atas, pihaknya juga akan mengadakan lomba futsal, untuk tingkat SMP/MTs, yang ada di sekitar SMAN 1 Kopang.
“Ada piala bergilir SMAN 1 Kopang dan beberapa hadiah menarik lainnya, menanti untuk direbutkan,” cetusnya.
Sedangkan untuk pentas seni sendiri, nanti akan di rangkaikan dengan panen karya hasil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), mengingat SMAN 1 Kopang merupakan salah satu sekolah penggerak di angkatan ke 3.
Bukan hanya itu lanjut Ibu Sry, pihak sekolah juga akan mengadakan bazar untuk masyarakat, untuk bazar sendiri akan di adakan di lingkungan sekolah.
“Karena ini kegiatan perayaan ke 2 saya selenggarakan, semenjak di amanahkan jadi kepala di SMAN 1 Kopang, insyaallah kami akan helat semeriah mungkin, di samping bermanfaat untuk siswa, guru, warga sekolah, alumni serta bermanfaat pula bagi masyarakat,” terangnya.
Senada di katakan Isniyah salah seorang guru SMAN 1 Kopang, ia menjelaskan dalam kreasi siswa yang terfokus pada P5, masing masing kelas akan ditampilkan misalnya untuk kelas X mengambil tema kewirausahaan.
Di mana masing-masing kelas untuk kelas X, terfokus pada pengemasan makanan yang di branding langsung di media.
Selanjutnya kelas XI, dengan tema bangun jiwa raga, topik jiwa sehat tanpa perundungan. Nanti siswa akan melakukan pendalaman materi dan aksi nyata, seperti anti bulying dan lainnya.
Sedangkan untuk Kelas XII, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika” dengan topik “Pelestarian Budaya Nusantara” adalah membentuk peserta didik sebagai generasi muda lebih sadar mengenai konsep dan praktik berkebhinnekaan, mengenal budaya.
“Khusus tema Bhineka Tunggal Ika, kita akan fokus pada kebudayaan kearifan lokal,” jelas guru Matematika ini. (nu-01).
