Jumat Religi, Pengawas TK Praya Timur Program kan “AYOK KE MASJID”

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Menanamkan kebiasaan yang baik, tentu harus dilakukan sejak dini, agar nantinya hasilnya juga maksimal.

Dari itu di awal tahun 2025 ini, pihaknya selaku pengawas Sekolah Taman Kanak-kanak Negeri (TKN), pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kantor Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), Mencoba melahirkan program di hari jum’at berkah nan religi, dengan nama “AYOK KE MASJID”.

Program ini bertujuan untuk memberikan pengenalan sejak dini kepada anak anak TK, untuk gemar ke Masjid.

“Akhir Akhir ini anak anak kita yang masih duduk di SMP/MTs, SMA/ SMK/MA, saya lihat ada yang jarang ke masjid, mereka malah di sibukkan dengan gadget, dan ini melahirkan ke kekhawatiran saya, makanya saya coba memprogramkan Gerakan Mencintai masjid bagi anak TK di Praya Timur, Sebagai pondasi awal mereka kelak, gemar ke Masjid,” Kata pengawas TKN Praya Timur yang merupakan jebolan Guru Penggerak Lalu Erwin Cahyadi, Jum’at (16/1).

Program “AYOK KE MASJID”, selain bertujuan untuk melaksanakan ibadah, program ini dilaksanakan pada jam pagi, paling tidak melakukan pembersihan di halaman masjid.

Setelah itu belajar dan praktik tata cara berwudhu, termasuk belajar dan mempraktikkan belajar gerakan sholat berjamaah dan yang lainnya.

“Program “AYOK KE MASJID” kita laksanakan serempak di masing-masing TKN, setiap hari Jum’at dengan mengunjungi masjid terdekat, di pekan pertama setiap bulan,” jelasnya.

Karena ini program perdana di awal tahun 2025, pihaknya coba laksanakan di Masjid At- Taqwa Desa Marong Kecamatan Praya Timur Loteng.

“Di hari pertama kegiatan, alhamdulillah anak-anak begitu semangat mengikuti kegiatan ini dan menariknya orang tua siswa juga ikut langsung menemani sang buah hati mereka,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Lalu Erwin, program ini juga, salah satu bentuk pembelajaran yang masuk dalam pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka.

Mengingat P5 merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang bertujuan untuk menguatkan kompetensi peserta didik. Menariknya, dalam pembelajaran P5 menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

Sebab peserta didik dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, bagimana prinsip-prinsip P5 untuk bisa diimplementasikan dalam keseharian, kendati masih anak-anak.

“Ini penting kita tanamkan sejak dini, sebab banyak faedah yang anak anak kita dapatkan, misalnya Holistik, memandang sesuatu secara menyeluruh
Kontekstual, mendasarkan pembelajaran pada pengalaman nyata sehari-hari. Berpusat pada peserta didik, menjadikan peserta didik sebagai subjek pembelajaran yang aktif, Eksploratif, membuka ruang bagi pengembangan diri dan beberapa contoh di P5, paling tidak melatih anak-anak lebih disiplin,” bebernya panjang.

Bukan hanya itu, saat ini Loteng jadi pusat pariwisata, sehingga sudah barang tentu banyak budaya budaya yang dinilai melenceng dari agama dan budaya nenek moyang.

Agar tidak luntur, maka perlu sejak dini mengajarkan anak anak, guna mencegah lunturnya budaya ketimuran dan pada akhirnya anak anak lebih cinta melakukan ibadah di masjid. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *