Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Perpaduan Ilmu umum, agama dan keterampilan selalu seiring sejalan, jadi hal yang di utamakan di SMKN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng).
Hal ini dilakukan, mengingat ke tiganya memiliki dampak positif bagi peserta didik, terlebihnya lagi di era globalisasi dan kebutuhan Dunia Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).
“Perpaduan ilmu agama, umum dan keahlian, tetap kita utamakan, makanya tidak sedikit orang orang menyebutkan, masuk ke lingkungan SMKN 1 Praya serasa Pondok Pesantren (Ponpes),” kata Kepala SMKN 1 Praya Loteng, Kasman, Jum’at (7/02).
Kenapa orang orang berkata demikian, sebab dari 1467 siswa siswi, 5 menit sebelum waktu solat Dzuhur tiba, bagi kelas yang memiliki jadwal solat Dzuhur berjamaah, semuanya berkumpul di Mushalla, untuk menunggu waktu solat Dzuhur berjamaah tiba.
“Lima menit sebelum waktu Dzuhur, kelas yang memiliki jadwal, semua proses pendidikan jeda sementara, selanjutnya semua siswa ke musholla untuk solat berjamaah solat Dzuhur, sedangkan kelas yang lain, Proses Belajar Mengajar (PBM), tetap dilanjutkan,” terangnya.
Yang memiliki jadwal, yang boleh menetap di kelas, hanya siswa siswi yang sedang berhalangan dan beda keyakinan. “Yang diam di kelas hanya siswa-siswi yang beda keyakinan dan berhalangan,” terangnya lagi
Kenapa jadwal solat berjamaah di atur, itu ia sesuaikan dengan kapasitas Musholla, di mana setiap waktu sholat di isi Tiga kelas, demi lancarnya program solat berjamaah, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada Osis, sesuai daftar yang telah ia terima, osis telah membuatkan jadwal khusus, di mana masing-masing kelas, telah diberikan jam tugas, mulai dari tukang azan, Iqamah hingga imam solat.
“InsyaAllah tahun ini kita targetkan pembangunan Musholla yang berkapasitas lebih besar dan mampu menampung semua siswa siswi solat Dzuhur berjamaah tuntas,” paparnya.
“Demi kelancaran proses program Solat Dzuhur berjamaah, setiap hari Senin pagi nama nama yang bertugas ditempelkan sampai hari Sabtu, dan daftar tersebut terus menerus di buatkan secara bergiliran, sehingga siswa yang bertugas, sudah mempersiapkan diri sebelumnya,” sambung Kasman.
Sedangkan untuk jadwal ceramah, usai solat zuhur tidak dibuatkan, mengingat untuk khitobah atau ceramah jadwalnya di pagi hari dan itupun secara bergiliran.
Dikatakan Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter religius para peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai agama dan spiritualitas dalam pendidikan serta mengajarkan kepada peserta didik arti pentingnya ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Kasman menjelaskan, pembinaan Spiritual, Sholat Dzuhur berjamaah merupakan momen berharga untuk membina dan memperkuat dimensi spiritual peserta didik. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menghubungkan diri dengan Allah SWT dan merenungkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Agama, Selain sholat, kegiatan ini juga melibatkan pembelajaran tentang tata cara sholat, arti doa, dan pemahaman agama yang lebih dalam. Hal ini membantu peserta didik untuk lebih memahami praktik keagamaan mereka.
Solidaritas dan Kebersamaan, Sholat berjamaah juga mengajarkan nilai-nilai solidaritas, disiplin, dan kebersamaan. peserta didik belajar untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman dalam ibadah mereka.
Hal ini membantu peserta didik untuk lebih memahami praktik keagamaan mereka.
Ia menambahkan, kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah ini adalah langkah positif dalam mendukung pendidikan karakter yang berlandaskan agama. Ia berharap bahwa kegiatan seperti ini akan terus menjadi bagian integral dari pengajaran di sekolah.
Dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah ini, sekolah menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan dunia dengan dasar keimanan yang kuat. (nu-01)
