Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Cuaca ekstrem, seperti longsor dan kayu tumbang disebabkan angin kencang, telah membuat pipa besar PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng), putus, seperti jaringan pipa di Tibu Lempanas Kecamatan Batukliang Utara Loteng terputus.
Direktur PDAM Tirta Ardhia Rinjani Loteng Bambang Supratomo mengaku, terputusnya jaringan pipa di pusat sumber mata air tersebut, membutuhkan waktu minimal. 2 hari dikerjakan baru bisa normal.
“Cuaca ekstrem ini telah membuat para karyawan PDAM terkadang tidak tidur di rumah, contohnya saat mendapatkan informasi jaringan pipa besar di Tibu Lempanas putus, malam itu langsung kami turun untuk melakukan perbaikan, kendati hujan kami tidak peduli, yang penting kebutuhan pelanggan kita terpenuhi,” katanya kemarin.
Dalam mengerjakan tugas, alhamdulillah pihaknya sangat salut atas kegigihan rekan rekan, yang tidak ada kata pantang menyerah sampai pekerjaan tuntas. “Malah ada yang sampai nginap, meninggalkan anak istri di rumah, demi pekerjaan di lokasi bencana tuntas,” paparnya.
Selanjutnya soal kerusakan jaringan pipa di Tibu Lempanas, tentunya itu berimbas terhadap kelancaran air, seperti di Kecamatan Praya Tengah, Praya Timur dan Pujut.
“Imbasnya tidak semua sih, soalnya kami juga sudah siapkan jaringan lain, yang rusak insyaallah segera normal kok” cetusnya.
Selanjutnya untuk keluhan saluran pipa besar yang dinilai masyarakat terlalu rendah, yang ada di Dusun Serewa atau saluran di perbatasan Kecamatan Praya Timur dan Praya Tengah.
Pihaknya sudah meminta kepada kepala cabang PDAM Praya Timur Loteng, untuk turun mengecek, termasuk di timur kantor Kecamatan Praya Timur.
“Hasil sementara saluran pipa besar yang di keluhkan, itu pipa lama dan masuk dalam normalisasi yang saat ini masih dalam proses perancangan,” tutupnya. (nu-01).
