Lebih Dekat Dengan IPTU Lukluk Il Maqnun S. I. K. MH Kasat Reskrim Polres Loteng

Cerdas, Tegas dan Mengayomi, Sukses Catatkan Sejarah Baru Wanita Pertama Jadi Kasat Reskrim Polres Loteng

Lama melanglang buana melaksanakan tugas dari Polda satu ke polda yang lain. Tentunya perwira pertama ini, memiliki catatan sendiri dan kenyang dengan liku liku persoalan. Diam diam dari sederet prestasi yang sudah diukir, membuat Polwan hebat ini, sukses catatkan sejarah wanita pertama jabat Kasat Reskrim Polres Loteng.

Seperti apa sih prestasi Polwan cantik kelahiran Malang 1996.

Berikut Paparan ntbupdate.com

SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH

POLRES atau lengkapnya Polisi Resor adalah satuan kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan wewenang Polri di wilayah kabupaten atau kota.

Polres memiliki struktur komando berada di bawah komando Kepolisian Daerah (Polda) yang wilayah hukumnya meliputi seluruh provinsi.

Sedangkan tugas dan wewenang,
Polres memiliki tugas dan wewenang yang lebih luas dibandingkan dengan Kepolisian Sektor (Polsek), yang merupakan satuan kerja di tingkat kecamatan.

Polres menangani berbagai kasus pidana, lalu lintas, serta menjaga ketertiban dan keamanan di wilayahnya.

Polres Lombok Tengah yang beralamatkan di jalan Raya Praya, Nomor 88, Praya, Lombok Tengah, sejak di resmikan tahun 1984 dan Kapolres pertama Letkol Drs Wahyudi, tahun ini pertama kali kasat Reskrim Polres Lombok Tengah di jabat seorang polwan.

Uniknya lagi sosok Polwan tersebut, masih belia kelahiran 1996 di Kota Malang Jawa Timur, yang memiliki prestasi, cerdas, tegas dan mengayomi.

“Dimanapun ditugaskan, selama pimpinan memberikan amanah atau kepercayaan, sebagai abdi negara harus siap. Karena ini amanah atau kepercayaan, pengalamannya di beberapa daerah, itu jadi kunci dalam menjaga dan melaksanakan tugas, apalagi saya orang pertama jabat Kasat Reskrim di Polres Lombok Tengah ini,” tegas IPTU Lukluk Il Maqnun, S. I. K MHRabu (7/5).

Dikatakan, karena ini tugas pertama di wilayah hukum Polres Lombok Tengah, ada beberapa hal yang dilakukan, pertama soal dilingkungan internal dan eksternal.

“Untuk internal saya rasa di mana mana aturan kepolisian sama, dan kami dari kepolisian memahami itu, sedangkan di eksternal, tugas pertamanya diawali dengan turun melakukan pengecekan sejumlah SPBU dan beberapa tugas lainnya,” ungkap polwan kelahiran 1996 ini.

Terjun di dunia kepolisian lanjut polwan cantik ini, adalah cita-citanya sejak kecil. Impian ini pun didukung penuh pihak keluarga hingga ia mengemban pendidikan di sekolah kepolisian. Lulus sekolah tahun 2018 lalu, anak kedua dari dua bersaudara ini langsung mendapat penugasan pertama di Kalimantan Barat, tepatnya Polres Mempawah menjadi Kanit Ekonomi.

Selanjutnya pindah tugas ke Polda Kalimantan Barat, dengan jabatan Kanit Cyber ​​Ditreskrimsus, tak berselang lama ia lanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Selesai pendidikan, pihaknya mendapatkan tugas baru sebagai Subdit Renakta Ditreskrimum Polda NTB.

Usai di Polda NTB, pihaknya mendapat amanah baru sebagai Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah. “Di manapun tugas tri darma kepolisian jadi pegangan utama dan harus mampu beradaptasi dimanapun ditugaskan.

”Seperti yang saya katakan di atas, karena ini amanah atau kepercayaan, harus dilaksanakan dan saya sendiri berusaha beradaptasi dengan lingkungan, termasuk di Bumi Tatas Tuhu Trasna ini,” bebernya.

Tugas eksternal Jelas IPTU Lukluk, kenapa tugas pertamanya turun menghitung sejumlah Stasiun pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) waktu itu, karena secara kebetulan dekat dengan lebaran 1445 Hijriah.

”Pengecekan tera BBM untuk memastikan timbangan, takaran, dan meteran yang sesuai dengan dasar transaksi perdagangan, apalagi waktu ditugaskan dekat dengan lebaran,” ucapnya.

Termasuk tujuannya adalah, untuk mendukung kegiatan Operasi Ketupat Rinjani 2024, sidak SPBU ini untuk memastikan masyarakat sebagai konsumen merasa aman ketika membeli BBM menjelang mudik Lebaran. Dari hasil pengukuran, menunjukkan bahwa tera ukur yang telah ditentukan UPT Metrologi Hukum Kabupaten Loteng dari beberapa sampel nozel dan jenis BBM yang berbeda.

”Di tugas perdana yang saya masukkan dalam tugas perdana, alhamdulillah, semuanya dalam batas normal,” jelas wanita yang masih single ini. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *