Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Komisi III DPRD Lombok Tengah (Loteng), siap mengawal janji Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Loteng, untuk pengaspalan jalan Serage- Kumbak Kecamatan Praya Barat Daya Loteng.
Sebelumnya, masyarakat Desa Serage Kecamatan Praya Barat Daya yang tergabung dalam Aliansi Pasukan Pejuang Desa menuntut kepastian realisasi perbaikan jalan kabupaten ruas Serage-Kumbak di Aula Kantor DPRD Loteng
Dalam aspirasinya,Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Pasukan Pejuang Desa Muhammad Ali dengan tegas ingin sebuah kepastian yang benar-benar riil melalui keterangan tertulis bersifat resmi dan mengikat seperti bukti penerbitan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran).Karena sejauh ini hanya terlontar janji-janji semu saja melalui perkataan lisan.Dan dari tahun ke tahun tidak kunjung terwujud meski tetap disuarakan.
“Sejak 22 tahun jalan Serage-Kumbak menuju pintu perbatasan Lombok Barat ini tidak pernah disentuh,padahal sumbangsih kami ke Daerah sangat besar baik melalui pembayaran pajak,penyerapan hasil tani dan lainnya,”ungkap Ali.
Mantan Ketua BPD Desa Serage,Saleh, turut memberi kesaksian bahwa dari 3 (tiga) pergantian Kepala Desa belum ada yang mampu jadi tumpuan untuk bisa bersuara di Kabupaten.Apalagi harus berharap dari calon-calon DPR atau bahkan calon Bupati.Hanya umbar-umbar janji lalu hilang setelah pemilihan usai.
“Jangan sampai janji kali ini,tidak seperti janji-janji pada tahun-tahun sebelumnya,harus jadi yang terakhir,tunjukkan kami dengan bukti DPA,kalau masih perencanaan ngambang,bila perlu mari tanda tangan diatas materai,”tegasnya.
Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Loteng Ki Agus Azhar komitmen siap akan mengkawal janji Dinas PUPR sampai tuntas. Ia turut meyakini jika sudah ada jawaban pasti dari Dinas maka pasti akan dikerjakan.
“Kita liat di LPSE nanti yang diumumkan secara terbuka semua bisa lihat,kalau masih hanya DPA kita tidak tau,tapi yakin saja kalau sudah Sekdis PU mengatakan dikerjakan maka itu wajib dikerjakan,” janjinya, Jumat (16/5).
Kalau memang terealisasi, pengerjaannya bersamaan dengan ruas jalan yang lain serempak Tahun ini.
Legislator Fraksi Nasdem itu mengakui kondisi sekarang tidak dipungkiri imbas daripada kebijakan efisiensi. Sehingga pihaknya pun sampai belum diberikan data.
“Yang penting syukur-syukur semua bisa dikerjakan setelah adanya pengurangan,misal 5 milyar jadi 2 milyar dan lain sebagainya,karena keuangan Daerah juga,”tandasnya. (nu-01)
