Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Dalam rangka membantu pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah (Loteng), dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng, tiada henti memberikan pelatihan kepada para pengerajin di bidang anyaman rotan dan ketak.
Bertempat di Sentra Industri Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Loteng, Disperindag Loteng, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) desain produk anyaman rotan ketak.
Kegiatan tersebut, telah dilakukan selama Lima hari, dengan melibatkan puluhan pengerajin anyaman rotan ketak, baik di Kecamatan Praya Timur dan Kecamatan di luar Praya Timur.
Kepala Bidang (Kabid) Industri pada Disperindag Loteng Baiq Yuliana Safitri mengatakan, dalam rangka melaksanakan program Bupati dan wakil Bupati Loteng, dalam hal menuntaskan angka pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. Pihaknya melalui bidangnya, telah semaksimal mungkin melaksanakan berbagai macam pelatihan.
Salah satunya Diklat tentang anyaman rotan ketak, yang telah dilaksanakan di Pusat Industri IKM Sengkerang Kecamatan Praya Timur Loteng. “Alhamdulillah, terhitung tanggal 7-10 Juli, kita full mengadakan Diklat tentang pelatihan anyaman rotan, dengan melibatkan puluhan pengerajin lintas Kecamatan se Loteng,” katanya Kamis (10/7).
Diklat tersebut lanjut Kabid Industri pada Disperindag Loteng, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pengerajin, sesuai kebutuhan pasar.
Selanjutnya, meningkatkan keterampilan peserta dalam mendesain dan membuat produk anyaman rotan ketak yang berkualitas dan inovatif, sesuai kebutuhan pasar.
Mengembangkan kreativitas para peserta dalam menciptakan desain produk anyaman rotan ketak yang unik dan menarik, yang siap bersaing di pasaran.
Bukan hanya itu, Diklat tersebut bertujuan meningkatkan kualitas produk anyaman rotan ketak dengan memperkenalkan teknik-teknik baru dan bahan-bahan yang lebih baik, sesuai eranya.
Selanjutnya, meningkatkan daya saing produk anyaman rotan ketak di pasar, dengan memperkenalkan desain yang lebih modern dan inovatif, sesuai kebutuhan pasar.
Dan mengembangkan potensi lokal, dengan memanfaatkan sumber daya alam rotan ketak dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Jika hasil diklat ini sukses, insyaallah para warga masyarakat, yang dulunya tidak punya pekerjaan, bisa berkreasi dan hasilnya nanti bisa di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” tutupnya. (nu-01)
