Sekjen Kemenag RI: Hanya Disini Saya Temukan Toleransi Keagamaan Berkelas

Mataram (ntbupdate.com)- Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin mengaku, seantero Nuasantara yang sudah ia kunjungi, baru kali ini ia melihat secara langsung keberagaman umat beragama, Toleransi dan saling menghormati sangat tinggi.

“Saya kira tadi mimpi, tapi nyata, di tengah keberagaman keyakinan, namun nilai toleransinya sangat tinggi dan berkelas,” katanya saat menghadiri acara Doa Lintas Agama dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 80, yang di selenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, yang di pusatkan di taman Sangkareang Mataram, Jum’at malam (28/8).

Dikatakannya, di Indonesia dikenal dengan Kebhinekaan dan keyakinan, negara yang paling flural di dunia, salah satunya ia lihat sendiri di pulau seribu masjid ini, toleransi keberagaman keyakinan menyatu jadi satu di acara doa kebangsaan lintas Agama.

“Saya yakin, Toleransi keberagaman ini tidak akan ada, tanpa dedikasi dan keberhasilan bapak Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, beliau ini memang keren telah banyak melahirkan nuansa baru, dari daerah untuk Indonesia,” kagumnya. “Saya sarankan, pak Kanwil harus pertahankan bila perlu ditingkatkan kefluralan ini harus dijaga,” sambung pak Sekjen Kemenag RI ini.

Dikatakan, peran tokoh agama dalam memberikan bimbingan spiritual dan moral umat, menjaga kerukunan sosial antaragama, menjadi agen perubahan sosial untuk pembangunan bangsa, mendidik dan mengarahkan masyarakat untuk menjauhi perbuatan buruk, serta menjadi teladan dalam integritas dan keteladanan di tengah masyarakat.

Tokoh agama juga berperan memelihara kemurnian ajaran agama, dalam mengembangkan ajaran agama, dan menyatukan umat untuk kegiatan keagamaan yang harmonis.

“Saya tidak bisa berkata apa apa, yang jelas saya sangat kagum dengan toleransi keberagaman di NTB sangat kental,” ujarnya.

Bukan hanya itu lanjutnya, tanpa ada tokoh agama, pihaknya kedamaian itu tidak akan ada, sebab tokoh agama mampu melahirkan toleransi antar agama, agama harus mendatangkan kemaslahatan untuk bangsa.

“Mari kita jaga keberagaman ini, jaga persatuan dan kesatuan dan mari keluarga besar Kemenag kita berkontribusi untuk negara,” pintanya.

Pak Sekjen Kemenag RI ini menambahkan, program yang dicanangkan Kanwil Kemenag, harus diacungkan jempol apalagi acara ini dirangkaikan dengan HUT RI ke-80.

HUT RI ini, harus dimaknai sebagai tonggak untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas antarumat beragama.
“Kemerdekaan tidak hanya dipertahankan dengan senjata, tetapi juga dengan hati yang tulus dalam menjaga persatuan. Indonesia berdiri kokoh karena kita semua berbeda namun bersatu. Delapan puluh tahun adalah usia kematangan bangsa, mari kita isi dengan karya nyata, doa, dan kepedulian bagi sesama,” ujar H. Umar.

Sekjen Kemenag juga mengajak seluruh masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya untuk menjaga “rumah besar” bernama Indonesia dengan cinta dan persaudaraan.

“Kita baru saja menyaksikan sebuah pertunjukan toleransi yang sangat berkelas, yang sangat tinggi, yang sangat mulia, doa bersama bukan hanya kalimat-kalimat nya yang menyejukkan, mencerahkan, tapi bahwa kita berdoa bersama disebuah panggung disaksikan oleh umat kita bersama adalah sebuah pertunjukan toleransi yang sangat luar biasa,” tuturnya.

“Kita bersyukur, kita berbangga, saya yakin Indonesia sebagai negara bangsa yang sangat diverse, yang sangat plural, sangat majemuk , the most diverse country in the world, negara yang paling plural di buka bumi ini, negara yang paling majemuk, yang paling beragam dari berbagai sisi, tetapi in syaa allah kalau tokoh-tokoh agamanya kompak, membina umatnya, membimbing umatnya, saya yakin dan telah terbukti secara empiris bahwa kita bersama-sama menjaga negara bangsa kita yang sangat plural ini. Tokoh-tokoh semua agama telah berfungsi sebagai infrastruktur sosial yang telah menjadi fondasi menguatkan bangsa kita, mari kita jaga bersama, Jangan biarkan retak karena perpecahan. Mari kita rawat dengan semangat kebersamaan, karena hanya dengan bersatu kita bisa membawa Indonesia lebih maju,” terangnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *