Tersentuh Jiwa Santri, Kanwil Kemenag NTB Perjuangkan Nasib Guru Pesantren Agar Dapat Insentif

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pengabdian guru pesantren yang setiap hari, setiap malam mendidik para santri. Tidak bisa di anggap sepele, dan malah guru pesantren waktunya lebih banyak di gunakan untuk membimbing, membina, mengawasi dan mencerdaskan santrinya.

Besarnya Pengabdian para guru pesantren terus mencuri perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) NTB.

“Saya ini lahir dan di besarkan di Pesantren, mulai dari MI hingga MA, sehingga saya tau bagaimana dulunya kami di didik oleh para ustaz ustazah di luar pendidikan formal, jadi ini tidak bisa kita anggap enteng, keberadaan guru pesantren harus mendapatkan perhatian sama dengan guru formal, makanya saya sedang mengusahakan agar guru pesantren juga mendapatkan insentif dari pemerintah,” tegas Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz kemarin.

Guru pesantren yang dimaksudkan adalah, guru yang tidak tersentuh atau tidak mendapatkan Insentif Guru atau tidak termasuk penerima Tunjangan Fungsional (TF).

Tidak masuk dalam penerima Tunjangan Sertifikasi (TS), tidak juga masuk dalam penerima invansing guru.

“Regulasinya sedang kita godok, insyaallah insentif guru pesantren, akan diberikan sekali setahun dengan nilai Rp 3 juta,” ungkapnya.

Kenapa ini harus diperhatikan lanjut alumni Ponpes Ponpes NU Al Mansyuriah Ta’limussibiyan Desa Bonder Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah ini. Sebab pihaknya di besarkan di kalangan ponpes, sehingga sedikitnya ia tau bagaimana peran dan aktifitas guru pesantren dalam mendidik santrinya, terutama di luar jam belajar formal.

“Malah terkadang guru pesantren belum bisa tidur sebelum para santrinya sudah tidur, termasuk tidurnya guru pesantren kadang pendek, sebab mereka harus bangun duluan sebelum santrinya bangun,” paparnya.

Kenapa demikian, sebab pesantren punya program yang tidak dimiliki lembaga pendidikan lain, misalnya bangun solat tahajjud, mutolaah atau belajar kitab kitab kuning, sebelum waktu subuh tiba.

Bukan hanya itu, setelah solat subuh pun ada kajian kajian keagamaan, dan ini tidak di miliki lembaga lain, hanya ada di Pesantren.

“Yang jelas, di pesantren ilmu agama dan umum di ajarkan, makanya tidak salah jika kita masukkan anak anak kita di pesantren, besarnya tugas dan jasa para guru pesantren itu harus di perhatikan dan pemerintah harus hadir di tengah guru pesantren, paling tidak kesejahteraan mereka harus diperhatikan,” tutupnya. (Nu-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *