H. Zamroni: Kendati Masih Belia, Ponpes Yanmu NW Jadi Contoh Dan Benteng Pesantren di Era Modern

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pondok Pesantren (Ponpes) Yayasan Munirul Arifin (Yanmu) NW Praya Lombok Tengah (Loteng), salah satu Ponpes yang ada di pusat Kota Praya dan tergolong masih belia, jika di bandingkan dengan sejumlah Ponpes di Kota Praya Loteng.

Kendati masih belia, namun kemajuan yang di hasilkan jadi bukti nyata, belia bukan berarti terbelakang.

Jumat (7/8), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Ponpes Yanmu NW Praya Loteng.

Kunjungan kerja tersebut dirangkai dengan penyerahan penghargaan bagi Guru Inovatif serta peninjauan fasilitas asrama putri. Turut hadir dalam rombongan, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Wakil Ketua I DPRD NTB H. Lalu Wirajaya, Wakil Ketua II DPRD NTB H. Yek Agil, serta kemenag Loteng H. Lalu Syahdi.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag NTB, Dr. H. Zamroni Aziz menyampaikan, semoga pihaknya tidak salah, sepengetahuannya, Yanmu NW ini pertama kali menamatkan santrinya untuk Menegah Atas, tahun 2003.

Jika demikian benar adanya, berarti ponpes ini masih tidak terlalu lama, jika dibandingkan dengan sejumlah Ponpes yang sebelumnya berdiri.

Kendati demikian, capaian prestasinya sungguh luar biasa, termasuk fasilitas penunjang pendidikan. “Ponpes ini jafi bukti, masih belia bukan berarti tertinggal namun malah sebaliknya, banyak kemajuan yang di capai, Ponpes Yanmu NW Praya ini, harus kita jadikan contoh ponpes yang lain, agar semakin maju,” katanya.

Atas hal itu, pihaknya sangat bangga atas capaian prestasi santrinya, yang dinilainya berwawasan luas, berakhlak mulia, dan mahir berbahasa asing.

Pesantren memiliki peran strategis yang tidak tertandingi dalam menjaga moralitas generasi muda.

“Ponpes adalah filter terakhir, pagar, dan fondasi utama bagi pembentukan karakter bangsa, apa yang di tunjukkan Ponpes ini harus jadi contoh, kendati masih belia tapi mampu menunjukkan kemajuannya di era digitalisasi dan Ponpes ini sangat ramah anak,” Sambung Suami Dr. Hj. Mega Anggota DPRD NTB ini.

Dikatakan, ada beberapa poin penting yang harus dikembangkan oleh santri dan lembaga keagamaan di NTB

Pertama, Kemenag NTB berpesan agar para santri senantiasa memegang teguh dua kunci utama keberkahan hidup, yaitu berbakti kepada orang tua serta taat dan patuh kepada guru.

Dua, Kakanwil memberikan apresiasi langsung berupa uang pembinaan kepada para santriwati yang tampil memukau dalam berpidato menggunakan bahasa Arab dan Inggris secara fasih.

Tiga, Kemenag NTB mendorong para santriwati untuk berani bercita-cita tinggi dan meneladani sosok kepemimpinan perempuan daerah, seperti Ketua DPRD NTB.

Empat, Kemenag NTB mendukung penuh konsistensi Ponpes Yanmu NW Praya yang sejak berdiri tahun 2000 terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan berbasis digital dan ramah anak tanpa catatan pelanggaran.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Yanmu NW Praya, Prof. Dr. TGH. Zainal Arifin Munir, Lc., M.Ag., menyambut hangat sinergi ini dan mengapresiasi perhatian besar dari Kanwil Kemenag NTB serta jajaran pemerintah daerah. Kunjungan ini menegaskan sinergi kuat antara Kemenag NTB, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi masa depan yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. (NU-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *