Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Tahun 2022 lalu, Jembatan penghubung antara Dua Desa yaitu Desa Sukaraja dan Desa Mujur di bagian utara (Sekarang masuk wilayah Desa Persiapan Dahe) Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), ambruk di sebabkan banjir.
Ambruknya jembatan tersebut, masyarakat di Dua Desa sangat kehilangan, sebab jembatan tersebut satu satunya akses alternatif, yang sering di lalui masyarakat, termasuk anak anak dari Desa Mujur yang menuntut ilmu di Desa Sukaraja, khususnya di wilayah bagian utara.
Besarnya manfaat jembatan penghubung tersebut, telah menggerakkan para tokoh dan pejabat Dua Desa, mengusulkan dilakukan pembangunan ulang.
“Usulan itu sudah kita terima dan saat ini sudah masuk tahap perencanaan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada kantor Dinas PUPR Loteng Zulkarnaen, kemarin.
Di tanya soal berapa anggaran dan model desain pembangunannya, Kabid Bina Marga ini mengaku, anggaran yang sudah di siapkan untuk pembangunan Jembatan ini, kurang lebih Rp 800 juta. Sedangkan model bangunannya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil konsultasi.
“Banyak anggaran yang dipangkas, tapi
kita do’akan saja, semoga cepat dikerjakan,” terangnya.
Isunya di masyarakat, anggaran untuk jembatan ini tembus di angka Rp 1 Miliar, apa benar demikian ?, lagi lagi kabid menjelaskan, yang ia tahu saat ini di perencanaan hanya Rp 800. “Bisa saja isu demikian, namun yang saya lihat di perencanaan, anggaran jembatan Sukaraja Mujur Rp 800,” terangnya.
Catatan media ini, ambruknya jembatan penghubung Dua Desa di bagian utara, sebelumnya sejumlah tokoh sudah menyampaikan ke Wakil Bupati Loteng. Dan waktu itu orang nomor Dua di Loteng ini sempat menjanjikan tahun ini dikerjakan.
Jembatan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat Dua Desa, yaitu masyarakat Desa Sukaraja dan Mujur, dan di bantu oleh H. Burhanuddin dan Muhaddits Khaliq (Al Marhum), yang saat itu masih menjabat jadi anggota DPRD Loteng tahun 2007 silam.
Pasca ambruk Jembatan hasil kerja keras masyarakat ini, kini tinggal poing- Poingnya saja dan butuh perhatian pemerintah. (nu-01)
