Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Pengumpulan dan pendistribusian zakat di SMAN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng), masih mempertahankan pola lama. Pasalnya pola yang telah dilakukan pihak SMAN 1 Praya, betul betul tepat sasaran dan tuai pujian hingga pola tersebut di adopsi lembaga lain.
Di bulan Ramadhan kali ini, pola pengumpulan dan pendistribusian zakat dengan sistem pola lama, kembali dilakukan.
“Sasaran tahun lalu alhamdulillah tepat sasaran dan banyak teman teman kepala sekolah yang menanyakan sistem pengumpulan hingga pendistribusian zakat, kali ini pola lama itu kita gunakan lagi,” kata Kepala SMAN 1 Praya Loteng, H. Kadian, Rabu (19/3).
Dijelaskan, adapun pola pengumpulan zakat di SMAN 1 Praya, itu diserahkan sepenuhnya kepada Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), di mana anggota Osis yang mengkoordinir di masing masing kelas.
“Kan jumlah siswa kita ada 1468 siswa, itu di koordinir langsung oleh siswa untuk mengumpulkan zakat, terkecuali siswa yang non Muslim,” terangnya.
Dalam proses pengumpulan tersebut, ada yang berbentuk beras dan uang, hanya saja pihaknya tidak tau persis, berapa jumlah yang terkumpul, baik itu zakat berbentuk uang dan beras.
“Sepenuhnya kita serahkan ke OSIS yang mengurusnya,” cetusnya.
Selanjutnya untuk pendistribusian, sasarannya ada yang dalam kota Praya dan luar kota Praya. Yang dalam kota seperti Tengari, Batu Son, Meteng, Rancak dan sejumlah kampung di sekitar sekolah.
Sedangkan di luar kota, untuk pendistribusian tahun ini dilaksanakan di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat dan terakhir pendistribusian zakat dilakukan di lingkungan sekolah.
“Dalam kota ada 130 paket yang kita bagikan, di Luar kota ada 130 juga, sedangkan di internal sekolah ada 52 paket,” paparnya.
Selanjutnya siapa saja yang berhak mendapatkan zakat, pihak osis juga telah membentuk kepanitiaan dan melakukan pendataan, yang berhak dan layak mendapatkan zakat, sesuai ajaran agama Islam.
“Zakat adalah bagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat. Zakat merupakan salah satu rukun Islam dan syarat yang berhak mendapatkan zakat, sudah dikumpulkan oleh panitia,” ungkapnya.
H. Kadian menambahkan, yang terpenting dalam ajaran mendidik lewat Program berzakat ini adalah, ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Di mana siswa diajak belajar menyisihkan harta atau uang jajan mereka untuk diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.
“Indahnya berbagi sudah kita rasakan, makanya setiap tahun pola pengumpulan dan pendistribusian zakat, kita pertahankan dan alhamdulillah tahun ini kita kembali mengulangi kebahagiaan itu,” tutupnya. (nu-01).
