Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Terhitung Tahun Pelajaran (Tapel) 2023- 2024, 2024-2025 dan Tapel 2025/2026, SMKN 1 Praya Lombok Tengah (Loteng), di bawah kepemimpinan Kasman, di percaya menampung siswa jalur program Beasiswa ADEM Repatriasi.
Program Beasiswa ADEM Repatriasi adalah beasiswa yang diberikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), untuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia (repatriasi) setelah sebelumnya bersekolah di Community Learning Center (CLC) atau Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di luar negeri, khususnya di Sabah, Sarawak, dan Johor Bahru, Malaysia.
“Terhitung Tapel 2023-2024, 2024-2025 hingga Tapel 2025-2026, kami telah menampung 11 siswa yang masuk dalam Program Beasiswa ADEM Repatriasi,” jelas Kepala SMKN 1 Praya, Kasman Jumat (11/7).
Dijelaskan, dari 11 siswa tersebut masing-masing 3 laki laki dan 9 wanita. “Tapel 2023-2024 sebanyak 3 orang, Tapel 2024-2025 5 orang dan Tapel 2025-2026 sebanyak 4 orang, sehingga di tahun ajaran baru ini, ada 11 siswa jalur program Beasiswa ADEM Repatriasi, yang kita tampung,” jelasnya.
Sedangkan soal jurusan, itu di serahkan ke siswa bersangkutan. “Di Loteng hanya SMKN 1 Praya yang memiliki program Beasiswa ADEM Repatriasi, sedangkan di NTB ada SMKN 1 Keruak Lotim, SMKN 1 2 Kuripan di Lobar, dan SMKN 3 5 Mataram,” paparnya.
Kasman menambahkan, adapun
Beasiswa ini bertujuan untuk memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia.
Dengan perincian, memberikan kesempatan pendidikan menengah berkualitas bagi anak-anak PMI yang kembali ke Indonesia setelah sebelumnya bersekolah di CLC atau SILN.
Termasuk tujuan program ini, diharapkan dapat mempercepat pembangunan sumber daya manusia meng akulturasi.
“Semua biayanya ini sudah ditanggung oleh pemerintah, anak -anak tinggal belajar saja,” cetusnya.
Ditanya soal pergaulan dan bahasa yang dipakai, Kasek muda ini mengatakan, soal pergaulan mereka sama saja dengan teman teman yang lain, dan malah mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa Sasak.
Di tanya soal kelanjutan sekolah setelah tamat, apakah program beasiswa ADEM Repatriasi berlaku sampai ke perguruan tinggi ?, Kasman menjelaskan, program beasiswa ADEM Repatriasi, hanya berlaku sampai tamat di sekolah dan tidak berlaku di perguruan tinggi, sebab pemerintah telah menyiapkan program yang namanya Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) atau melalui jalur umum lainnya. (nu-01).
