MIN 4 Loteng, Mulai Mantapkan Persiapan Sambut Kurikulum KBC

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sedia payung sebelum hujan, pepatah ini layak di sematkan kepada keluarga besar MIN 4 Lombok Tengah (Loteng), yang beralamatkan di Dusun Burika Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng.

Pasalnya, di Tahun Pelajaran (Tapel) 2025/2026, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pembelajaran mendalam dalam penerapan di materi pembelajaran di kelas, sudah mulai diberlakukan.

Menyambut penerapan Kurikulum KBC tersebut, MIN 4 Loteng menggelar Workshop KBC dan Deef Learning (Kurikulum mendalam), dengan mengambil tema “Mendidik Dengan Cinta, Membelajarkan Dengan Makna”.

Dalam Workshop tersebut, MIN 4 Loteng mengundang Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama (Kemenag) Loteng H. Lalu Syahdi M. Pd, ketua pokjawas Kemenag H. Sahibullah, M. Pd. I, H. Amerun, M. Pd dan Khairul Akbar, S.T, M.Pd.

Dalam sambutannya Kepala Kemenag Loteng yang diwakili Kasi Penmad Loteng H. Lalu Syahdi M. Pd mengaku bangga atas kesigapan MIN 4 Loteng, dalam menyambutkan pendekatan pembelajaran mendalam.

“Kalau boleh saya berpantun, sedia payung sebelum hujan, ini layak saya sebutkan buat keluarga besar MIN 4 Loteng,” katanya, Sabtu (9/8).

Kenapa pantun ini layak saya ucapkan buat MIN 4 Loteng, sebab belum dimulai ancang ancang dalam menyambutkan perubahan Kurikulum tersebut, sudah di siapkan pendidik yang handal, sesuai dengan penerapan Kurikulum.

“Ini harus diikuti oleh madrasah lain, buat nanti pas Kurikulum baru diberlakukan, para pendidiknya tidak gelagapan, melainkan sudah siap untuk menerapkan kurikulum tersebut,” lanjutnya.

Selanjutnya kepada para peserta yang jumlahnya lebih dari 30 orang, pihaknya berharap kegiatan Workshop ini diikuti sampai selesai, biar sempurna ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini.

Sementara itu Kepala MIN 4 Loteng Rohatul Aini S. Pd menjelaskan, apapun program yang akan dilakukan di MIN 4 Loteng, selalu didahului dengan pembekalan, termasuk menyambutkan perubahan Kurikulum 2025/2026.

Dimana kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum adalah jiwa dari proses pendidikan. Dan mulai tahun 2025, kita bergerak menuju Kurikulum Mendalam berbasis cinta.

Kurikulum ini, sebuah pendekatan yang tidak hanya menekankan pada transfer ilmu, tetapi juga penanaman nilai, kepedulian dan kasih sayang kepada peserta didik. Inilah yang kita kenal sebagai “kurikulum cinta”, kurikulum yang lahir dari semangat memanusiakan manusia, membelajarkan dengan hati dan menguatkan karakter siswa secara utuh.

Salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian kita adalah adanya perubahan besar dalam Permen dikdasmen Nomor. 12 Tahun 2024, di mana Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil’alamin (P5RA), tidak lagi menjadi bagian dari kegiatan intrakurikuler, melainkan dialihkan menjadi kegiatan kokurikuler. Artinya, pendekatan dalam pelaksanaannya menjadi lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan serta kekhasan Madrasah.

“Kegiatan workshop hari ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan yang termuat dalam Permen dikdasmen terbaru, yang menjadi landasan dalam pelaksanaan Kurikulum 2025,” katanya.

Melalui workshop ini, pihaknya mengajak untuk bersama sama mendalami bagaimana mengintegrasikan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran, tidak hanya untuk memenuhi tuntutan kurikulum tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap pembelajaran benar benar berpusat pada siswa dan membangun kompetensi utuh, baik dari aspek pengetahuan keterampilan maupun karakter.

Oleh karena itu setelah mengikuti kegiatan workshop ini, pihaknya berharap para peserta tidak hanya memahami secara teoritis isi perubahan kurikulum, tetapi juga dapat menyusun perangkat ajar, memilih pendekatan yang tepat serta mampu melaksanakan pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan semangat perubahan tersebut.

“Saya yakin dan percaya, dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, kita semua mampu menjalankan peran masing-masing dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berpihak pada peserta didik,” ujarnya
“Kami berharap, Bapak Ibu guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan semangat belajar yang tinggi, Mari kita jadikan perubahan ini sebagai peluang untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar di Madrasah tercinta. Workshop ini sangat penting untuk memberi pemahaman, membuka wawasan serta mempersiapkan kita semua dalam mengintegrasikan semangat kurikulum cinta dan deep learning ke dalam pembelajaran sehari-hari,” jelas Gender yang diberikan kepercayaan oleh Kanwil Jadi Kamad pertama di Loteng.

Bukan hanya itu, pihaknya juga berharap semoga dengan semangat kolaborasi dan cinta, mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, membahagiakan dan berdampak bagi masa depan peserta didik.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, penuh keberkahan dan membawa perubahan positif bagi pendidikan di MIN 4 Loteng dan Mari terus bergerak, berbenah dan berinovasi demi kemajuan MIN 4 Loteng tercinta,” tutupnya

Sementara itu ketua Pok jawas Kemenag H. Sahibullah, M. Pd. I dalam materinya mengatakan, ada Lima aspek utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta, biasanya mencakup unsur yang menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan keterhubungan antara guru, siswa, dan lingkungan belajar.

Lima Aspek yang dimaksudkan, diantaranya, Pertama Cinta kepada Allah dan Nilai Spiritual.
Dua, Cinta kepada Diri Sendiri, Tiga, Cinta kepada Sesama, Empat Cinta kepada Lingkungan, Lima, Cinta kepada Ilmu dan Proses Belajar,

“Semoga Lima aspek ini para ibu bapak guru bisa terapkan, sehingga penerapan Kurikulum mendalam, peserta didik kita jadi anak berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu pemateri ke Dua Khairul Akbar ST. M. Pd mengatakan pembelajaran mendalam fokus pada pemahaman, keterampilan berpikir kritis, dan penerapan nilai.

Selanjutnya dimensi lulusan dengan tarah capaian karakter, keterampilan, dan pengetahuan yang diinginkan madrasah.

Termasuk juga dalam kegiatan kokurikuler, dimana manfaatnya, itu jadi jembatan dalam penerapan materi di luar kelas, guna membentuk pengalaman nyata.

Sehingga satu sama lain saling menguatkan, guna tercapainya pembelajaran mendalam sehingga proses dan tujuan dari pendidikan mendalam tercapai, serta dikuatkan dengan Kokurikuler menjadi media penguatan dan pembuktian. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *