IGTKI Ramai Ramai Berikan Pembelaan dan Luruskan Isu Isu Miring di Medsos

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Di postingan pegiat Media Sosial (Medsos) bernama Amaq Ketujur yang menuliskan Hati-hati pak KABID PAUD Lombok Tengah, jangan jadi tikus bersepatu terus…!!!
Kalau para guru TK/PAUD sudah habis kesabarannya maka bersiaplah untuk menghadapi mereka…!!.

Postingan ini sontak mendapatkan tanggapan beragam, tidak sedikit para guru angkat bicara dan membela Kepala Bidang (Kabid), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Tengah (Loteng).

“Pak Kabid kami adalah malaikat bagi kami, hanya di era beliau banyak TK Swasta naik status jadi Negeri, terus sekarang ada pegiat sosial yang tak paham dengan regulasi di TK/ PAUD buat status, silahkan belajar lebih banyak bapak, jangan mau numpang tenar di medsos dan kami dari Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Praya Timur Loteng, bersama para IGTKI se Loteng, siap pasang badan membela Kabid kami, dan kami siap luruskan semua isu-isu miring yang mengarah ke beliau,” tegas ketua IGTKI Praya Timur Loteng, Baiq Sri Maulina, Jum’at (22/8).

Dijelaskan, dalam dunia pendidikan itu ada namanya Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dalam RKAS tersebut, ada beberapa point yang harus dicatat, terutama soal Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Misalnya, pembelian buku paket sebagai pegangan dan penunjang kegiatan Pendidikan Belajar dan Mengajar (PBM), sebagai bahan tambahan pengetahuan bagi guru dan yang lainnya.

Menunjang kebutuhan tersebut di atas, itu sudah termaktub dalam dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), di mana di dana BOS tersebut, sudah di sediakan 10 persen dari dana BOS yang di terima terpakai untuk PBJ

“Dalam aturan dana BOS, untuk PBJ itu sudah ada, itulah yang jadi panduan kami dan tidak pernah ada perintah dari Kabid, untuk membeli di satu perusahaan,” katanya.

Ditambahkan, seiring perubahan kurikulum pendidikan dan belajar dari pengalaman sebelumnya, di sejumlah TK di bawah binaannya di Kecamatan Praya Timur Loteng.

Sempat terjadi keluhan soal pengadaan buku paket yang tidak sesuai dengan kebutuhan belajar anak.

Sehingga pihaknya selaku ketua IGTKI Kecamatan Praya Timur Loteng, di Tahun Pelajaran (Tapel), 2025/2026 ini, mewaspadai kejadian tahun lalu. Sehingga pihaknya bersama para kepala TK se Kecamatan Praya Timur sepakat.

Membeli buku yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak dan sesuai kurikulum. “Yang jelas dalam pengadaan ini, Kabid tidak ada peran dan itu murni hasil kesepakatan kami di bawah, yang tentunya buku yang jadi panduan tersebut, sesuai dengan kebutuhan belajar,” tutupnya.

Sementara itu pengawas TK Praya Timur Lalu Erwin Cahyadi ketika di konfirmasi disela rapat berkala bersama semua Kepala Sekolah TK menyampaikan, pihaknya sangat menyayangkan statemen saudara pemilik akun Facebook Amak Ketujur yang menggunakan kata dan perumpamaan.

Herannya, sebagai aktivis yang sekaligus putra Loteng, semestinya sebelum menggunakan bahasa bahasa kurang etis, harus mencari tau dulu kebenarannya, baru menuliskan status.

“Dalam permasalahan ini, saudara kita itu diibaratkan penonton bola yang duduk tribun paling atas. Dia tidak bisa melihat pemain secara jelas dari dekat. Ketika orang berteriak dia ikut teriak, ketika orang menyanyi dia ikut menyanyi. Biasalah, dalam permainan sepak bola penonton itu lebih pintar tanpa mereka mau tau instruksi dan strategi dari pelatih serta aturan main dari wasit tengah dan wasit garis yang selalu memantau jalannya pertandingan,” katanya. “Sebagai aktivis mestinya harus mengkaji atau mencari kebenaran informasi, baru kita buat status, apalagi dia itu asli orang Loteng,” sambungnya. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *