Pemda Loteng, Gelar Konsultasi Publik Penguatan Literasi Dasar

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Bertempat di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng) kemarin,
Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), menggelar Konsultasi Publik Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar 2025-2029.

Konsultasi Publik ini adalah bagian dari penyusunan Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar Kabupaten Lombok Tengah yang prosesnya turut didukung oleh INOVASI, program kemitraan Indonesia dan Australia untuk pendidikan dasar. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan pandangan, gagasan, dan komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan literasi, baik di tingkat lokal, provinsi, maupun nasional.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikdasmen RI), Kementerian Agama RI, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTB, Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Balai Bahasa Provinsi NTB, serta Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar. Kehadiran lembaga-lembaga ini menunjukkan adanya dukungan lintas sektor dalam upaya memperkuat fondasi literasi di Loteng.

Bupati Loteng H. Lalu Fathul Bahri, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, drh. Tri Widiastuti, MA, menegaskan Literasi bukan hanya urusan sekolah atau madrasah, tetapi juga tanggung jawab keluarga, komunitas, dunia usaha, dan pemerintah. Kita mesti jadikan literasi sebagai gerakan bersama, gerakan gotong royong yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Bupati mengajak seluruh OPD dan pemangku kepentingan untuk berkontribusi aktif, agar implementasi peta jalan ini selaras dengan visi pembangunan Loteng yang Masmirah.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Loteng H. Lalu Idham Khalid menerangkan, Peta jalan ini dirancang sebagai acuan teknis dan operasional dalam 5 tahun ke depan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah, dengan kerangka kerja yang mencakup peningkatan kualitas pembelajaran literasi di satuan pendidikan, penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, dorongan keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya literasi, serta penyiapan mekanisme monitoring dan evaluasi berbasis data agar pelaksanaan program berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Loteng berupaya menjaring masukan konstruktif dari berbagai pemangku kepentingan agar dokumen Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar benar-benar kontekstual dan sesuai kebutuhan lapangan.

Proses ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama mengenai peran dan kontribusi masing-masing aktor, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, orang tua, hingga masyarakat secara luas.

Konsultasi publik ini juga menjadi momentum penting untuk membangun komitmen lintas sektor dalam mendukung literasi dasar. Inisiatif ini merespon data capaian terbaru dimana sekitar 40% murid SD dan 65% murid MI di Lombok Tengah belum mencapai kompetensi minimum literasi. Terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara capaian literasi murid SD dan MI. Kondisi ini menuntut adanya langkah-langkah terencana, terukur, dan kolaboratif agar upaya penguatan literasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Semua pihak diharapkan tidak hanya berhenti pada perumusan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi program literasi berlangsung konsisten, terukur, dan berdampak nyata bagi anak-anak Loteng.

Lebih jauh, kegiatan ini merupakan bagian integral dari arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra), Dinas Dikbud 2025–2029 yang selaras dengan visi pembangunan Loteng, yaitu “Mewujudkan Loteng MASMIRAH: Maju, Sejahtera, Mandiri, Religius, Amanah, dan Harmonis.”.

Dengan adanya forum konsultasi publik ini, Pemda Loteng berkomitmen untuk menjadikan literasi dasar sebagai prioritas pembangunan daerah. Harapannya, melalui kerja sama semua pihak, Loteng dapat mewujudkan generasi berdaya saing global, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *