Sosialisasi Tuntas Baca Al-Qur’an Bagi Guru PAI se-Pulau Lombok, Dimulai Dari Loteng

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Setelah tuntas sosialisasi baca Al-Qur’an Bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se Pulau Sumbawa meliputi Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, hingga Kota Bima.

Kini program yang sama kembali di lakukan di Pulau Lombok, di Pulau Lombok, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), NTB ia mulaikan dari Kabupaten Lombok Tengah.

Sosialisasi tuntas baca Al-Qur’an Bagi Guru PAI, di pusatkan di aula kantor Kemenag Lombok Tengah, Kamis (5/9).

“Se NTB ada 5772 Guru PAI ikut dalam program sosialisasi tuntas baca Al Qur’an, sedangkan khusus di Loteng sendiri, ada 580 orang,” kata Kepala Bidang  (Kabid) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), pada Kantor Kanwil Kemenag NTB. M. Ali Fikri, S.Ag., M.M.

Selanjutnya setelah sosialisasi tuntas baca Al Qur’an di Loteng, baru akan lanjutkan hari Senin ke Kabupaten Lombok Timur, Selasa Kabupaten Lombok Barat, Rabu Kabupaten Lombok Utara dan Kamis di Kota Mataram.

Dikatakan program sosialisasi tuntas baca Al-Qur’an, itu merupakan prioritas Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasarudin Umar, M.A., dalam meningkatkan kualitas guru PAI sekaligus memastikan generasi penerus bangsa lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Selain itu guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah, sehingga penguasaan dan penghayatan terhadap Al-Qur’an menjadi syarat mutlak untuk mencetak peserta didik yang berkarakter, religius, dan berakhlakul karimah.

“Membaca Al-Qur’an dengan benar bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah cahaya yang akan menuntun kita dan generasi kita ke jalan yang diridhoi Allah,” bebernya.

Program tuntas baca Al-Qur’an ini hadir untuk memastikan bahwa setiap guru PAI mampu menyalakan cahaya itu di hati anak didiknya.

Dari itu, Sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada teknis membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, tetapi juga menguatkan pemahaman tentang pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Para guru PAI diajak untuk menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga sumber nilai dan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Program tuntas baca Al-Qur’an ini lahir dari kesadaran bahwa masih banyak generasi muda yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Di sinilah peran strategis guru PAI sangat menentukan, karena dari merekalah anak-anak bangsa akan belajar mengaji, mengenal huruf demi huruf, ayat demi ayat, hingga memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

“Jika guru PAI menguasai Al-Qur’an dengan baik, maka mereka akan menyalurkan ilmu yang benar kepada siswa. Dan jika anak-anak kita dekat dengan Al-Qur’an, maka insyaAllah bangsa ini akan diberkahi, dilindungi, dan dimuliakan oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Suasana sosialisasi berlangsung penuh semangat. Para guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan hadir dengan antusias, menyimak materi, berdiskusi, dan berkomitmen untuk menuntaskan baca Al-Qur’an, baik bagi diri mereka sendiri maupun anak didik mereka.

Program ini diharapkan dapat menjadi gerakan masif di seluruh NTB, sehingga lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, dan kini bangsa ini semakin membutuhkan generasi yang berpegang teguh pada nilai Al-Qur’an. Dengan cahaya Al-Qur’an, persatuan akan lebih terjaga, kerukunan akan semakin kokoh, dan Indonesia akan terus melangkah maju dengan penuh keberkahan. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *