Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sudah 4 bulan lamanya Guru ASN inisial Y, yang sebelumnya tugas di Sekolah Taman Kanak Kanak (TK) PGRI Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng). Dipindahkan ke TK Pembina Negeri Kecamatan Praya Timur Loteng.
Namun sejak SK perpindahan dari TK PGRI Mujur ke TK Pembina Negeri Kecamatan Praya Timur Loteng, sampai saat ini, Y malah tidak pernah masuk alias meninggalkan tugas pokoknya sebagai guru yang berstatus PNS di tempat tugasnya barunya.
Y malah diam di TK PGRI Mujur, dan berlagak seperti kepala TK PGRI, hal ini telah membuat aktifitas Proses Belajar dan Mengajar (PBM), di TK PGRI Mujur terganggu dan para guru juga tidak nyaman dibuatnya.
Kelakuan Y malah sudah terendus oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng, namun anehnya sampai saat ini pihak Dikbud tak berdaya.
Seolah olah Dikbud Loteng. melakukan pembiaran dan mendukung Y tidak melaksanakan tugas wajibnya.
Atas hal tersebut, Sekretaris Dikbud Loteng Lalu. Muhammad Hilim mengaku, secara kedinasan Y sudah berulang kali dipanggil dan malah baru baru ini, juga di panggil.
“Kalau tidak salah hari Kamis kemarin Y sudah dipanggil dan sudah berjanji akan melaksanakan tugas,” katanya.
Ditanya, informasinya Y tadi pagi masih masuk ke TK PGRI Mujur, Lalu Hilim mengatakan, jika Y masih saja tidak melaksanakan janjinya saat dipanggil sebelumnya, tentunya secara kedinasan pihaknya akan melayangkan surat panggilan.
“Besok pagi kami akan panggil lagi,” cetusnya.
Jika Y masih saja tidak bisa dibina, maka konsekuensinya bisa ke ranah hukum, hanya saja Dinas masih kasihan sama yang bersangkutan, sehingga Dinas akan terus melakukan pembinaan.
Sementara itu ketua PGRI Kabupaten Loteng H. Amir mengaku, kelakuan Y sudah dilaporkan langsung ke Kepala Dinas Dikbud Loteng Drs. H. Lalu Idham Halid. Dimana saat itu, Kepala Dinas akan melakukan pembinaan.
“Secara aturan saya sudah bersurat ke Dinas Pendidikan agar Y ini di bina, sebab guru ini berstatus PNS dan tanggung jawab Dinas,” katanya.
Selain itu pihaknya juga sudah melayangkan surat dan memanggil, di mana saat itu, pihaknya sudah menegur untuk tidak mengganggu proses belajar di TK PGRI Mujur, mengingat para guru tidak nyaman dengan tingkah lakunya yang mengatur, layaknya dia jadi Kepala.
“Saya harapkan, Dinas Pendidikan Loteng harus tegas, masak kita mau di atur sama satu orang yang tidak loyal pada atasan dan tidak tunduk sama sumpah dan janji PNS,” kesalnya. (nu-01).
