Pejabat Banyak Pintar dan Cerdas Namun Tak Mikir

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Bupati Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu Pathul Bahri meluapkan kekesalannya, saat acara pembukaan kegiatan Festival Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Loteng, di halaman kantor Bupati setempat.

“Banyak pejabat di Loteng yang pintar dan cerdas namun tidak mikir,” katanya, Jum’at (26/9). “Banyak yang cerdas dan pintar namun kadang-kadang tidak mikir. Kalau yang cerdas-cerdas ini banyak yang memintai dia jadi kabid, jadi sekdis, macam-macam. Tapi ndak pernah saya dengar berkreasi,” sambungnya.

Dalam berbagai kegiatan lanjut Bupati, kerap kali ia merasa malu, karena kegiatan yang ada anggaranya sekalipun, tidak dilaksanakan maksimal.

“Ada anggaranya, tapi kadang-kadang bikin malu. Dirjen yang datang, tapi teropnya cuma satu. Ini bikin malu, kapan akan mau berpikir tentang hal yang lebih luas,” sesal Bupati.

Bukan hanya itu, saat perayaan maulid kemarin, Dinas Koperasi yang selama ini sama sekali tidak pernah melaksanakan acara keagamaan, dan tidak seperti Dinas Perkim yang justeru menggelar acara Isra Mikraj.

Kalau dipikir-pikir begitu banyak orang-orang (pejabat) pintar, tetapi memiliki fungsi yang sedikit. “Ini untung ada Pak Muliadi, sehingga lihat dibelakang, bikin orang banyak bisa berkreasi,” tandas Bupati. “Jadi banyak yang pinter namun fungsinya sedikit. Untuk kemaslahatan orang dan masyarakat yang lebih luas maksud saya,” imbuh Bupati.

Bupati menambahkan, kalau hanya pekerjaan kantor, itu hanya pekerjaan rutinitas yang bisa dilakukan oleh semua orang, bahkan anak SD-pun bisa melakukanya kalau diberikan pelatihan.

“Pekerjaan kantor itu pekerjaan rutin. Pagi jam tujuh datang setor muka, sore pulang. Dalam perjalananya ingat pekerjaanya, itu setiap hari. Tugas-tugas kepala dinas, tugas-tugas kepala bidang, itu pekerjaan rutin semua. Hal-hal yang lebih leas mengenai apa yang akan didapar masyarakat, itu tidak pernah dipikirkan,” Kesalnya.

Dikatakan, selama ini pihaknya terus berpikir mengenai apa yang akan didapatkan oleh masyarakat, kalau para pejabatnya hanya terus berkutat seharian hanya memikirkan urusan-urusan rutinitas kantor tanpa ada kreasi yang lebih luas sehingga bisa bermamfaat bagi masyarakat luas secara langsung.

“Marilah kita berbuat dengan niat ibadah, jangan hanya berfikir apa yang saya dapatkan, jadi mohon marilah kita berkreasi agar apa yang jadi tujuan pembangunan di Loteng tercapai,” tutupnya. (Nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *