Warga Pejanggik Pertanyakan Keberadaan Kincir Sumur Bor

LOMBOK TENGAH (ntbupdate.com)- Warga Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng), mempertanyakan hilangnya kincir Sumur Bor bantuan pemerintah.

Salah seorang warga inisial RM menuturkan, hilangnya kincir sumur bor bantuan pemerintah beberapa tahun lalu di desa nya membuat dirinya, sempat bertanya ke masyarakat. “Malah saya sendiri dengar dari masyarakat kalau kincir sumur Bor bantuan pemerintah itu sudah hilang,” katanya, Jum’at (20/1).

Hilangnya kincir tersebut, secara otomatis telah membuat sumur bor tersebut tidak berfungsi. Selanjutnya pihaknya mengorek informasi dari masyarakat, ternyata yang ia temukan cukup menghebohkan.

Sebab kata masyarakat kincir tersebut di duga di jual oleh Kepala Desa. “Saya korek informasi dari masyarakat, katanya kincir sumur bor tersebut di duga di jual oleh kepala desa ke salah satu kades di Loteng,” katanya.

Jika informasi yang ia Terima benar adanya, pihaknya selaku masyarakat sangat sesalkan, sebab kades ini, kan baru baru terpilih, sudah mulai buat masyarakat resah dan di duga menjual aset Desa.

“Sumur bor ini kan aset desa, sebagai kades yang baru baru menjabat mestinya mendatangkan program, bukan sebaliknya di duga menjual aset desa,” tegasnya

Atas hal tersebut, pihaknya akan menelusuri kades mana kincir tersebut di duga di jual oleh kadesnya. Jika ini benar lanjutnya, pihaknya akan melaporkan persoalan ini ke pemerintah Daerah Loteng dan APH.

“Saya akan valid kan kan data dulu, jika sudah menemukan di mana kincir sumur bor tersebut, baru saya akan laporkan ke pemda dan penegak hukum,” tantangnya.

Sementara itu Kepala Desa Pejanggik H. Nusilah mengaku, sumur bor tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah berfungsi dan sumur tersebut sudah rusak, termasuk kincirnya.

“Kalau tidak salah sumur bor ini dibangun sejak pemerintahan Mamiq Ngoh tahun 2006 silam, dan tidak pernah berfungsi,” timpalnya.

Selanjutnya masalah kincir sumur bor, itu sudah beberapa kali diperbaiki dan malah sudah habis terjatuh dan kemana bahan bahan tersebut pihaknya tidak tahu. “Dengar sudah terjatuh dari masyarakat, ia saya tak pungkiri, tapi saya tidak pernah pikirkan sebab sumur bor tersebut tidak pernah difungsikan, persoalan kemana materialnya saya tidak tahu dan tidak benar kalau saya yang jual, seperti yang di tuduhkan,” timpalnya lagi.

Selain itu masalah aset, sumur bor ini tidak masuk dalam aset desa, sehingga jika mau di laporkan, silahkan saja sebab apa yang dituduhkan itu tidak benar. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *