Pembaca yang dimuliakan Allah. Ijinkan saya pada kesempatan ini, membahas tentang istighfar.
Ucapan istighfar dalam fenomena sosiologis satu sisi sebagai wujud ekspresi seorang muslim sebagai ketaatan beribadah, dan seolah menjadi gramatikal bahasa pergaulan pada sisi yang lain.
Nah sebagai umat muslim, setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan, maka kalimat yang seharusnya terucap adalah kalimat istighfar. Istighfar biasanya kita ucapkan ketika selesai mengerjakan ibadah sholat.
Bacaan istighfar, yaitu “Astagfirullah”, memiliki arti “Aku memohon ampun kepada Allah.” Kalimat ini senantiasa kita ucapkan agar kita selalu berhati-hati dalam setiap tindakan yang kita kerjakan.
Allah SWT tidak akan mengazab (menghukum) seseorang sepanjang orang tersebut memohon ampunan-Nya.
وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَ نْتَ فِيْهِمْ ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 33)
Bacaan ini memang hanya berupa kalimat pendek. Namun, bacaan istighfar memiliki makna yang lebih dari sekedar memohon ampun kepada Allah SWT.
Istighfar memiliki keutamaan yang jauh lebih luas. Oleh karena itu, mari kita saling ingatkan, agar selalu beristighfar, tidak dalam keadaan tertentu saja, melainkan setiap waktu untuk sebagai upaya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengapa harus beristighfar? Istighfar merupakan salah satu tindakan meminta maaf atau memohon ampunan kepada Allah SWT yang dilakukan umat muslim. Kenapa membaca istighfar itu penting ?.
Karena manusia tentu tidak akan lepas dari yang namanya dosa, dan istighfar berguna sebagai cara untuk meminta ampunan dan penyempurna taubat.
Bagaimana caranya memohon petunjuk kepada Allah ?.
Memohon petunjuk kepada Allah adalah tindakan spiritual yang penting dalam ajaran Islam. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah:
Pertama, Berserah diri: Mulailah dengan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, sadari bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.
Kedua, Shalat Istikharah: Shalat Istikharah adalah doa khusus yang dilakukan ketika seseorang menghadapi keputusan penting. Dalam shalat ini, kita memohon petunjuk dari Allah dalam memilih antara dua pilihan yang baik. Barangkali kita menganggap bahwa dengan istikharah maka kita akan dikirimkan mimpi dalam tidur untuk mendapatkan pilihan, tidak mesti demikian, tapi dengan kita istikharah maka sesungguhnya kita telah dengan sadar memohon bahwa keputusan kita telah kita sandarkan kepada Allah SWT.
Ketiga, berdoa: Doa adalah sarana terpenting dalam memohon petunjuk kepada Allah. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan tulus, memohon petunjuk dan bimbingan-Nya dalam segala hal yang kita hadapi.
Keempat, Membaca Al-Qur’an: Al-Qur’an adalah sumber utama petunjuk bagi umat Islam. Dengan membaca Al-Qur’an, kita dapat menemukan petunjuk dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita, sembari kita belajar terhadap makna yang terkandung pada apa yang kita baca, ingatlah ilmu itu bagaimana nur, jika kita sudah berupaya untuk tahu maka pantulan cahaya ilmu itu yang memantul kepada kita.
Kelima, Berpikir dan Merenung: Merenungkan tentang tanda-tanda Allah dalam ciptaan-Nya dapat membantu kita memperoleh pemahaman dan petunjuk dari-Nya. Renungkan lah tentang ayat-ayat-Nya dan belajarlah dari pengalaman hidup kita, kemampuan merenung ini merupakan kemampuan yang membedakan kita dengan jenis makhluk ciptaan Allah SWT, maka mulailah kita merenung.
Keenam, Carilah sahabat yang kita kenal bijaksana, kunjungi tempat tinggalnya, ceritakan keinginan kita, bisa mengawali pembicaraan dengan berkata, baru saja saya membaca buku, pas kebetulan sama dengan yang tengah saya alami, Sudi kiranya anda membantu saya sebagai tempat berbagi pengalaman agar saya dapat lebih baik.
Betapa terang dan detil Allah SWT memberikan petunjuk bagi kita agar selalu ingat dan beristighfar, terlalu sombong jika kita angkuh, bisa jadi karena saat ini atau saat sebelumnya kita sangat bugar dan tak merasa kekurangan dalam menjalani hidup sampai sampai semua tata dan penataan hidup kita menggunakan rumus angka saja, bernilai berapa ?.
Alangkah pongahnya kalau sampai kita menantang Yang Maha Kuasa, nauzhubillahi min dzalik. Coba tengok apakah ayah atau ibu kita masih hidup ?.
Jika masih bagaimana kondisinya ?. Jika sudah wafat, beliau membawa apa ?.
Lalu berapa umurnya ?. Apakah ada manusia yang hidup 150 tahun ?. Kalau ada bagaimana keadaannya ?. Berapa rata rata usia di lingkungan keluarga kita.
Secara genetik apakah kita termasuk gen yang berusia panjang ?. Karena itulah, masih ada harapan, pintu ampunan itu selalu terbuka, dan akan selalu terbuka, tapi umur kita yang kita sendiri tidak tau apakah akan sampai besok atau lusa.
Maka patut kita istighfar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَا حِشَةً اَوْ ظَلَمُوْۤا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَا سْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah ?. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 135)
Istighfar dapat memudahkan kita dalam menghadapi setiap urusan. Dalam sebuah Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abbas).
Istighfar bisa menjadi cara kita meminta jalan keluar setelah memohon ampun kepada Allah SWT. Patut diingat bahwa keutamaan itu diberikan kepada orang-orang yang senantiasa selalu ingat kepada Allah dengan terbiasa mengucapkan kalimat istighfar.
Sederhananya, jika kita ingin memperoleh rezeki maka beristighfar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ غَفَّا رًا
“Maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun,” (QS. Nuh 71: Ayat 10).
Setelah kita beristighfar maka mudah bagi Allah menurun hujan rezekinya, sebagaimana firmanNya;
يُّرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَا رًا
وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَ مْوَا لٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّـكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّـكُمْ اَنْهٰرًا
“Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh 71: Ayat 11- 12)
Ayat ini juga dihubungkan dengan kisah yang masyhur tentang Hasan Al Bashri. Di mana setiap seseorang mengadu tentang kondisinya, Hasan Al Bashri selalu memberikan solusi dengan menyuruh orang tersebut beristighfar.
Ketika ditanya oleh seorang sahabatnya, mengapa beliau memberikan nasehat yang sama untuk permasalahan yang berbeda-beda. Kemudian Hasan Al Bashri menyebut ayat dari surat Nuh tersebut.
Istighfar juga dapat sebagai pembersih hati setelah melakukan salah dan dosa. Ketika seseorang melakukan dosa, noda hitam akan membekas pada hatinya. Dan jika orang tersebut beristighfar, noda itu akan terhapus dan hatinya kembali bersih.
Selanjutnya, agar kita terbiasa beristighfar setiap waktu, maka dapat kita mulai dari bacaan istighfar yang pendek lalu bacaan istighfar yang cukup panjang, yang pada prinsipnya bermuara pada tujuan yang sama yaitu mengharap ampunan Allah SWT.
Berikut ini adalah lafadz istighfar yang umum dilafadzkan;
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung.”
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang Maha Hidup lagi terus menerus Mengurus makhluknya.
Untuk mengakhiri bahasan kita tentang istighfar, sekali lagi patut kita ingat bahwa dengan istighfar, maka segala macam balak bencana dan azab Allah SWT menjauh, istighfar adalah jalan untuk menuju ketenangan hati, kejernihan jiwa dan ketenangan dalam berfikir, akhirnya, kita berdoa selalu memberi ampun untuk kita semua amin amin ya Allah yaa robbal alamin. (Al- Faqir).
