BBPOM Mataram Bersama Komisi IX DPR RI, Kunjungi Pasar Renteng

Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Pasar tradisional sering di jadikan pusat pergerakan perekonomian oleh masyarakat, termasuk pasar Renteng Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng).

Untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan dan keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan, H. M. Muazzim Akbar, S.I.P dan Nurhadi S.Pd., M.H. dari Komisi IX DPR RI hadir langsung blusukan di Pasar Renteng dengan didampingi BBPOM di Mataram, Kemenkes, BPJS Kesehatan, OPD tingkat Provinsi dan Kabupaten Lombok Tengah (Asisten I Setda Lombok Tengah, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, dan yang lainnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Lombok, Muazzim Akbar menegaskan, pihaknya turun dalam melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas kebutuhan pokok selama Ramadhan,
salah satunya adalah bermunculannya sentra takjil yang menyajikan aneka makanan untuk pelepas dahaga dan rasa lapar. dari jajan takjil yang dijual.

“Hari ini kita turun memastikan peredaran makanan aman, lancar, dan harga sembako normal, selama puasa, barang kebutuhan pokok harus terpenuhi, harganya tak boleh melonjak, dan kualitasnya harus baik, segar, serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya di sela-sela kunjungan

“Alhamdulillah, hasil kunjungan hari ini menunjukkan semua harga barang masih normal, kami ingin pastikan masyarakat bisa fokus ibadah tanpa khawatir soal stok atau kualitas pangan” lanjut ketua DPW PAN NTB.

Sementara itu BBPOM di Mataram terpadu bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Loteng melakukan pemeriksaan terhadap 15 sarana toko dan kios di Pasar Renteng dengan hasil seluruhnya Memenuhi Ketentuan, tidak ditemukan sarana yang menjual pangan tanpa izin edar, rusak ataupun kedaluarsa.

Selain itu Tim juga melakukan uji cepat menggunakan rapid test kit terhadap 27 jenis pangan yang dijual, seperti: tahu, cendol, cumi, ikan asin, mie basah, terasi, kerupuk, kolang kaling, bakso, ikan segar, udang, ayam, cilok, dll. Hasilnya 2 sampel positif mengandung Boraks, yaitu: kerupuk tempe dan mie basah.

“Kerupuk diakui penjual dari Jawa sedangkan mie basah diproduksi di wilayah Kab. Lombok Tengah, kami akan telusur dan tindaklanjuti sampai ke produsennya. Jika masih bandel menggunakan bahan berbahaya akan kami tindak tegas” ujar Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan “Kegiatan ini merupakan wujud hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari produk yang beresiko terhadap kesehatan, khususnya bagi umat muslim agar aman dan nyaman menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H, terpadu dengan Pemda kami akan melaksanakan Intensifikasi Pengawasan, menyasar distributor, grosir, supermarket, toko, pasar tradisonal, pembuat parsel dan termasuk sentra takjil, ini untuk memastikan pangan aman untuk dikonsumsi,” sambung Yosef

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting Obat dan Makanan yang aman, Tim menyebarkan brosur terkait Keamanan Pangan, Cek KLIK, BPOM Mobile kepada pedagang dan konsumen di Pasar Renteng. Selain itu dilakukan edukasi langsung serta display contoh-contoh produk kosmetik, obat bahan alam ilegal dan pangan mengandung bahan berbahaya.

“Perlu saya sampaikan bahwa BBPOM Mataram tidak hanya turun atau bekerja saat Ramadhan, Idul Fitri ataupun Natal dan Tahun Baru. Setiap hari petugas kami turun ke lapangan dalam rangka memastikan Obat dan Makanan yang diproduksi dan beredar aman dan bermutu, jika masyarakat melihat adanya pelanggaran atau ingin informasi seputar Obat dan Makanan silahkan dapat menghubungi Layanan BBPOM di Mataram pada nomor 087871500533 (telp dan WA) 7 X 24 jam, atau datang langsung ke kantor BBPOM di Mataram, Jl. Catur Warga – Mataram” pungkas Yosef. (nu-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *