SENYUM, AMAL SHADAQAH NYATA TANPA BATAS DAN TANPA ANGKA

Lalu Darmawan

Nabi Muhammad SAW menjadikan senyum sebagai bagian dari akhlak mulianya, mengajarkan kepada umatnya bahwa senyuman bukan hanya tanda keramahan, tetapi juga amal ibadah yang berpahala.

Senyum adalah ekspresi rasa yang dapat terlihat oleh orang lain. Dalam Islam, senyum adalah shadaqah (dalam KBBI ditulis sedekah untuk keperluan penulisan dalam artikel ini, penulis menggunakan ejaan shadaqah). Selain bernilai ibadah, senyum juga dapat memupuk hubungan baik antar sesama manusia.

Hadits Rasulullah yang terkenal, “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”, menyiratkan betapa setiap senyuman memiliki nilai spiritual yang tinggi dan dapat menjadi cara sederhana untuk meraih ridha Allah SWT.

Senyum merupakan bentuk shadaqah paling ringan tapi bisa memberatkan timbangan pahala.
Dari Abu Dzar RA yang dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

‎تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) shadaqah bagimu.” (HR Tirmidzi).

Rasulullah SAW sangat murah senyum, selalu ceria, dan berkata baik. Dalam banyak kajian, disebutkan bahwa perkataan yang baik juga akan menaikkan derajat di dunia lebih lebih di akhirat. Pancaran senyum seseorang dapat menghantarkan seseorang memiliki banyak sahabat, banyak sahabat banyak rezeki, banyak rezeki banyak amal, banyak amal banyak berkah dan banyak manfaat.

Bukan hanya ibadah, senyum juga merupakan sebuah kebajikan. Disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

‎لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (HR. Muslim).

Kita diajarkan untuk selalu berpikir dan bersikap secara bijak dan jangan dengan mudahnya meremehkan seseorang walaupun hanya sekedar bertatap muka saja. Betapa sering kita mendengar cerita salah mengira orang, akhirnya malu sendiri, untuk menghindari salah mengira orang maka terapkan metode senyum kepada siapan pun, tidak berat mengucapkan salam, dan bersikap ramah serta hormat kepada sesama.

Senyum dalam kajian terapi kesehatan menyebutkan bahwa, gesture tersenyum dan selalu bahagia, maka tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan neurotransmitter bernama endorphin. Senyawa ini memiliki efek menenangkan, meningkat mood dan mengurangi rasa sakit.

Gerakan urat wajah saat tersenyum secara otomatis juga dapat memperlambat penuaan dini, karena mood dari seseorang yang tersenyum akan menimbulkan rasa senang dan memperlambat kerut di wajahnya.

Selain itu manfaat senyum juga bisa menjadikan kebaikan kepada seseorang, hal ini bisa kita buktikan ketika kita memberikan senyuman kepada orang lain, maka secara refleks dan tidak sengaja maka orang yang di berikan senyum juga ikut tersenyum kepada kita.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari, diceritakan pada suatu hari ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, “Amalan Islam apa yang paling baik?” Beliau Rasulullah SAW menjawab: “Memberi makan (orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali.” (HR. Bukhari)

Ucapan salam dengan senyum sekali lagi selain bernilai ibadah juga merupakan teknis / metode bergaul yang diajarkan oleh Rasulullah, sehingga margin errornya tidak ada. Pada bagian yang lain Rasulullah juga mengajarkan kita bahwa setiap amal kebaikan nilai kebaikannya akan kembali kepada pemiliknya, termasuk dengan sikap penuh keramahan tentu akan kembali kepada pemiliknya.

Sahabat pembaca yang saya banggakan, setelah kita bicara tentang senyum maka dapat kita simpulkan bahwa senyum adalah shadaqah tanpa kata, shadaqah tanpa angka, shadaqah tanpa timbangan. Senyum adalah potensi yang semua kita memilikinya.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

Artinya: “Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim)

Demikianlah bahasan kita tentang senyum, Insyallah semua harapan dan cita cita Anda Allah SWT ijabahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *