37 Ribu Paket Sembako Digelontorkan Kemenag NTB Selama Bulan Ramadhan

Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Sebanyak 37 ribu paket Sembako di bagikan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, selama bulan Ramadhan.

37 ribu paket sembako tersebut, dibagikan kepada para anak yatim dan orang tua jompo, di seluruh wilayah NTB, selama kegiatan Safari Ramadhan.

Ahad malam (22/3), bertempat di halaman MTsN 1 Lombok Tengah (Loteng), dari 37 ribu paket sembako tersebut, juga di bagikan kepada puluhan anak yatim dan orang tua jompo, yang di kemas dalam program safari Ramadhan.

Dari 37 ribu paket sembako tersebut saat safari di Loteng, di serahkan secara bergiliran oleh kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz, ketua DWP Kanwil Kemenag Hj. Megawati Lestari, pejabat Provinsi, Bupati Loteng di wakili asisten II, Kemenag Loteng, dan Unsur TNI Polri

Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz mengatakan, apapun kegiatan yang dilakukan Kanwil, pastinya Loteng paling kompak. Termasuk program safari Ramadhan kali ini, kendati cuaca kurang bersahabat, itu tidak menyurutkan semangat keluarga besar kemenag Loteng, untuk hadir di arena safari.

“Terima kasih saya sampaikan kepada seluruh keluarga besar kemenag Loteng, khususnya kepala Kemenag dan pimpinan Ponpes, yang telah menyebar luaskan program Kemenag NTB, untuk safari Ramadan sendiri, di Loteng titik ke 8 setelah sebelumnya juga telah mengadakan hal yang sama,” katanya.

Dikatakan, selama Ramadhan Kanwil sudah menyiapkan 37 ribu paket sembako, dan itu dibagikan kepada anak yatim di lokasi safari.

“Di kota Bima, Kabupaten Bima, Sumbawa, KSB, Dompu, Kota Mataram, Lombok Barat, 37 ribu paket sembako tersebut sudah kita berikan, malam ini juga kita berikan, menyusul Kabupaten KLU dan terakhir di Lombok Timur, paket sembako tersebut kita berikan sembari kita tutup program safari Ramadhan,” papar mantan Penyuluh agama Kemenag ini.

H. Zamroni menambahkan, kita harus bangga jadi keluarga besar kemenag, sebab dari sekian kementerian, hanya kemenag yang paling istimewa, sebab tidak sedikit siswa madrasah sampai go Internasional, khususnya di Loteng.

“Kesuksesan anak anak kita di Loteng yang sampai Go Internasional, itu semua berkat keikhlasan para guru mengajar,” ujarnya. “Hebatnya kita di Kemenag, gaji belum cair, tapi keikhlasan mengajar tidak pernah redup, itulah keistimewaan guru di bawah Kemenag,” sambungnya.

Selanjutnya soal pengangkatan PPPK, saat ini Kemenag sedang berjuang, agar guru guru yang mengajar di madrasah swasta, bisa diangkat jadi PPPK. “Tujuan kita sama dengan sekolah negeri, mencerdaskan anak bangsa, Kemenag sedang berjuang agar guru yang ngajar di swasta, masuk kriteria pengabdian masuk PPPK,” ungkapnya.

Selanjutnya di tahun 2024 kemarin alhamdulillah, ada 1822 di tahap pertama sudah lolos jadi di tahun berikutnya insyaallah mudah mudahan lebih banyak.

“Kalau dulu yang boleh diangkat jadi PPPK harus sarjana, sekarang tamatan apapun tetap diterima,” cetusnya.

Soal haji lanjut mantan kemenag Loteng ini, jumlah kuota NTB ada 4449 dan sesuai data sekarang daftar antrian sampai 36 tahun. Atas data antrian tersebut, pihaknya tidak setuju NTB di sebut masuk daerah Miskin.

Kemudian di sektor pendidikan, kerukunan umat beragama, tak pernah ada yang menggangu, moderasi umat jalan berkat kebersamaan. “Saya titipkan salam sama pak Gubernur, NTB tidak miskin, prestasi siswa di bawah Kemenag telah banyak mengharumkan daerah, kebersamaan dan kerukunan antar umat, alhamdulillah jalan, cuman mohonlah kami kami di madrasah swasta banyak kekurangan infrastruktur, mohon di perhatikan,” Sindirnya. (nu-01).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *