Lombok Tengah (ntbupdate.com)- Jum’at (11/4) Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB, mendatangi mapolres Lombok Tengah.
Kedatangan pentolan FP4 ke markas besar kepolisian yang beralamatkan di jalan Basuki Rahmat Nomor 4, Praya Kecamatan Praya Lombok Tengah (Loteng), di pimpin langsung Sekretaris FP4 Lalu Deny Rusmin SH. Terlihat juga beberapa Kabid seperti Kabid Hukum Achmad Syaifullah dan beberapa anggota lainnya.
Kedatangannya ke Polres Langsung di sambut Kasat Intel Polres Loteng, selang beberapa menit orang nomor satu di tubuh kepolisian Polres Loteng pun tiba dan langsung menerima rombongan FP4 NTB.
Sekretaris FP4 NTB Lalu Deny Rusmin SH mengatakan, kedatangannya ini merupakan bagian dari silaturahmi, mengingat kapolres Loteng orang baru menggantikan kapolres sebelumnya.
Selain itu, Kepolisian adalah Mitra kerja, sehingga banyak yang perlu di bahas, apalagi beliau ini adalah Kapolres baru.
“Kapolres sebelumnya, kami juga sering tukar pikiran terkait kondisi Loteng, dan alhamdulillah kami dari FP4 NTB selalu bermitra, kedatangannya bertemu langsung dengan kapolres baru, untuk menjalin silaturahmi, termasuk membahas beberapa isu penting, mulai dari penegakan hukum, titik-titik rawan yang perlu dilakukan pembinaan dan sosialisasi Hukum, apa yang harus di benahi, termasuk beberapa fenomena yang terjadi di Loteng ini,” katanya.
Beberapa persoalan di Loteng sangat komplit, sehingga butuh kebersamaan untuk membangun persepsi, agar beberapa persoalan yang tak kunjung tuntas, bisa dituntaskan oleh kapolres baru ini.
“Polisi juga manusia biasa, butuh kebersamaan, butuh masukan, butuh solusi membangun, sebab kodrat manusia itu selalu ada kekurangan dan perlu untuk saling mengisi,” paparnya.
Di katakan, selain membeberkan penegakan hukum, pihaknya juga menginformasikan beberapa titik rawan, khususnya di Kota Praya. Untuk selanjutnya FP4 NTB menawarkan kerjasama, pencegahan dengan melahirkan program agar para generasi penerus, termasuk menghidupkan UMKM di sekitar titik rawan di maksudkan, bisa teratasi.
“Mohon maaf saya tidak bisa sebutkan di mana lokasi titik-titik rawan yang dimaksudkan, soalnya itu privasi harus di sembunyikan, hanya kami sampaikan sama pak Kapolres langsung dan alhamdulillah di setujui dan beliau siap mendukung,” tutur advokat yang punya tubuh gempal ini.
Selanjutnya, pihaknya sampaikan banyak terimakasih kepada bapak Kapolres AKBP Eko Yusmiarto S.I.K, yang telah meluangkan waktu menerima rombongan FP4 NTB.
“Saya sangat salut dengan pak Kapolres Loteng yang baru ini, beliau selalu well come, dan menerima semua masukan, selama ngobrol di dalam apa yang kita cari soal pimpinan, ada sama beliau, yang jelas beliau berfikiran supel dan keren, kami yakin dengan beberapa gagasan yang akan dilakukan, InsyaAllah kamtibnas di Loteng aman, termasuk penegakan hukum,” ungkapnya.
“Poin dalam pertemuan tadi dengan pak Kapolres adalah FP4 NTB datang untuk silaturrahmi dalam rangka menyambung sinergitas. Pertemuan itu juga membahas ide gagasan berkaitan dengan konsep “pembangunan citra polri di masyarakat” Termasuk membahas isu-isu menarik yang proses hukumnya masih berjalan,” Kabid Hukum FP4 NTB Achmad Syaifullah SH MH.
Proses hukum yang masih jalan seperti kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum pengacara di Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya Loteng.
Apalagi para pelapor atau korban dugaan penganiayaan penanganan kasusnya dilakukan secara cepat, profesional dan transparan demi mencapai kepastian hukum kepada masyarakat.
Selanjutnya soal citra kepolisian di tengah masyarakat, di bawah Kapolres baru, pihaknya berharap beberapa isu yang kerap di dengar langsung dari masyarakat, bisa dicari kan solusi, termasuk penegakan disiplin harus ditingkatkan.
Sementara itu Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto S.I.K mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian FP4 NTB, yang telah ikut memantau dan mengkritik kinerja kepolisian serta memberikan kontribusi penanganan. “Semua orang berhak bersuara siapapun itu, kami dari kepolisian siap menampung, cara FP4 NTB ini yang saya sukai, lempar kritikan pedas terhadap kinerja kepolisian, namun di sisi lain diberikan solusi, ini yang kami mau. Mengkritik dan tawarkan solusi, terimakasih FP4 NTB,” katanya.
Dikatakan, manusia tidak pernah luput dari salah, kekurangan dan khilaf, di sinilah tempat saling mengintrokpeksi diri. Sebab tugas kepolisian tidak akan sempurna dalam melaksanakan tugas, tanpa ada dukungan masyarakat.
“InsyaAllah hasil silaturrahmi dengan FP4 NTB, bagian dari sarapan pagi, apalagi saya ini orang baru butuh masukan membangun, nanti beberapa masukan dari FP4 NTB, akan dipadukan dengan data dan catatan bhabinkamtibmas yang di tugaskan di masing-masing Desa dan Kelurahan, termasuk data di masing-masing kasat dan Kapolsek,” tutupnya. (nu-01)
