Keterbukaan Kapolres Baru Loteng, Simbul Pemimpin Amanah dan Mengayomi

Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4) NTB, mendatangi mapolres Lombok Tengah (Loteng), adalah lembaga pertama yang datang melakukan silaturrahmi dengan Kapolres Loteng AKBP Eko Yusmiarto S.I.K.

Usai melakukan silaturrahmi Sekretaris FP4 NTB Lalu Deny Rusmin SH menuturkan, pihaknya mengaku sangat kagum dengan Kapolres Loteng ini, mulai dari cara bicara, supel, terbuka, amanah dan Insyallah mengayomi.

“Penilaian orang itu kan beda beda, kalau saya yang langsung bertemu dengan pak Kapolres Loteng, InsyaAllah beliau orangnya amanah dan mengayomi, tepat jadi pimpinan kepolisian di Loteng,” katanya, Sabtu (12/4).

Kenapa ia menilai beliau pemimpin yang amanah, ada beberapa petikan logat bicara dan bahasa tubuh yang ia tangkap, sehingga pihaknya menilai beliau ini adalah sosok yang mampu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh negara.

Selanjutnya mengayomi, beliau menurut pandangannya sosok yang peduli dan memahami kebutuhan anggota ataupun masyarakat. Mulai dari melindungi, membimbing, melaksanakan penegakan supremasi hukum dan yang lainnya. “Jika ada yang membantah penilaian saya, tidak masalah, yang jelas saya menilai beliau ini calon pemimpin masa depan yang mengayomi,” ulangnya.

Apalagi ketika beliau memaparkan dalam penegakan hukum, dan membuat perubahan dengan cara menantang masing-masing kasat melahirkan ide dan gagasan cemerlang untuk nama baik institusi.

Ini artinya beliau pemimpin yang tidak egois atau seseorang terlalu mementingkan diri sendiri, sehingga mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain, kendati beliau tapuk pimpinan di tubuh kepolisian Polres Loteng.

“Sempat saya tangkap, Masing-masing kasat ataupun kapolsek, ditantang melahirkan ide ide atau gagasan demi institusi, ini artinya pemimpin hebat memberikan keleluasaan kepada jajarannya untuk berkreasi,” ujarnya.

Dijabarkan, pemimpin yang amanah dan mengayomi tidak dapat dipisahkan dari dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat. Pertama, masyarakat yang dipimpin oleh tokoh yang amanah cenderung lebih percaya diri dalam berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Ketika masyarakat merasakan kejujuran dan keterbukaan dari para pemimpin, mereka akan lebih aktif untuk mengeluarkan pendapat, menyampaikan kritik, dan memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah maupun negara. Ini adalah tanda bahwa masyarakat merasa aman dan dihargai oleh pemimpin mereka.

Kedua, pemimpin yang mengayomi juga mampu menciptakan kondisi sosial yang lebih inklusif. Dengan mendengarkan kebutuhan berbagai kelompok masyarakat, termasuk yang terpinggirkan, pemimpin dapat memastikan bahwa kebijakan publik yang diambil dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Misalnya, program-program yang dikhususkan pada peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu merupakan salah satu bentuk pengayoman yang harus dilakukan oleh para pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin yang baik menjadi jembatan yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“InsyaAllah Kapolres Loteng yang baru ini, apa yang saya sampaikan di atas beliau miliki, AKBP Eko Yusmiarto S.I.K. pemimpin yang amanah dan mengayomi,” tutupnya. (nu-01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *