Lombok Tengah (ntbupdate.com) – Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Praya Lombok Tengah (Loteng), teken Memorandum of Understanding (MoU), bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng.
MoU tersebut dilakukan saat acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi BLK Praya Loteng, Kamis (23/4).
Kepala UPTD BLK Praya Loteng Dedet Zultauzalam mengatakan, tahun ini ada 11 jurusan yang dibuka. 11 jurusan tersebut masing-masing, Tata Rias, Las, Teknik Instalasi Listrik, Menjahit, Service Sepeda Motor, SPA Therapist, Hidroponik Barista, F & B Service AC, Residensial dan Tata Boga.
Beberapa jurusan tersebut merupakan jurusan lama, kenapa pihaknya mempertahankan jurusan tersebut, sebab selama ini dari sekian alumni yang sudah tamat, rata rata semuanya sudah bekerja.
“Cuman tahun ini lebih Istimewa dari sebelumnya, jika tahun lalu tanpa ada MoU dan pendampingan dari kejari Loteng, sekarang alhamdulillah semua program BLK langsung dapat pembinaan dari kejari,” katanya.
Dikatakan, BLK Loteng terus berpacu dengan waktu dan kebutuhan tekhnologi dan dunia pasar saat ini. Apalagi saat ini Loteng jadi pusat keramaian dan kunjungan setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta Kecamatan Pujut Loteng.
Di sana lanjutnya anak muda ini, tidak sedikit alumni BLK Praya, menempati pekerjaan penting dan alhamdulillah di hotel hotel besar di Kuta, alumni BLK selalu ada.
Bukan hanya itu, di luar KEK Mandalika, alumni BLK Praya juga telah mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri, dengan merekrut pekerja. “Alhamdulillah, dengan jalan ini BLK Praya berbuat untuk Loteng, insyaallah ke depan kami akan lahirkan generasi muda yang unggul dan ber SDM mumpuni,” ujarnya.
Selanjutnya soal usia BLK, saat ini sudah berumur tua, tapi itu tidak menghalangi semangat untuk terus melahirkan pura putri yang ahli di bidangnya. Termasuk bapak Bupati Loteng adalah alumni BLK Praya tahun 1996.
“Bupati kita adalah bukti nyata, kalau keluaran BLK Praya, adalah orang-orang hebat,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distrakernas) Loteng H. Suhartono mengatakan, melahirkan generasi unggul dan kreatif, tidak harus melalui pendidikan Formal seperti di sekolah. Namun melalui jalur non formal, seperti pelatihan di BLK, juga tidak kalah kerennya.
Di BLK Praya Loteng misalnya, tidak sedikit yang sudah berdikari dan mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah data alumni BLK Praya, yang telah mampu mengisi dunia usaha dan industri di Loteng.
” 68 persen dunia kerja, dunia usaha dan industri, 68 persen di Loteng di isi oleh alumni BLK Praya, apalagi data terbaru di beberapa novotel di KEK Mandalika, pekerja lulusan BLK Praya, selalu ada,” katanya.
Dengan adanya terobosan baru yaitu menggandeng Kejari Loteng dalam pelatihan tahun ini, pihaknya berharap tidak sampai di MoU saja. Namun implementasi dari MoU ini, terus terbina dan anak anak lulusan BLK Praya, sampai mandiri dapat pendampingan.
“Pada bulan Februari lalu, Disnakertrans Loteng bersama sejumlah Dinas, juga sudah melakukan MoU, dan alhamdulillah sekarang UPTD BLK Praya,” ungkapnya.
Dikatakan, ilmu itu tidak pandang usia, selama ada niat untuk memperbaiki nasib insyaallah pasti ada jalan. Sebab ilmu itu sangat penting, sebagai mana dalam hadis di sebutkan yang artinya.
Jika ingin jadi orang bahagia di Dunia, tentunya dengan ilmu, jika ingin bahagia di Akhirat, juga dengan ilmu. Barang siapa yang ingin bahagia keduanya, yaitu dunia dan akhirat juga dengan ilmu.
Dari itu, kepada para peserta jangan berfikir usia, selama ada niat untuk sukses insyaallah, di BLK Praya tempatnya.
Sementara itu Kejari Loteng Nurintan MNO Sirait mengatakan, sebelumnya kejari Loteng juga sudah melakukan MoU dengan beberapa Dinas di Loteng.
Termasuk MoU dengan BLK Praya, MoU ini tentunya bagian dari kepedulian kepada negara, sebab pihaknya yakin setelah menyelesaikan pendidikan di BLK Praya, tentunya mereka bisa memanfaatkan ilmunya.
Apalagi bapak Bupati Loteng juga bagian dari almuni. “Ini keren, sudah ada bukti dan saya yakin lulusan BLK Praya, mampu melahirkan lulusan sesuai kebutuhan saat ini,” katanya.
Selanjutnya dalam pelatihan ini, kejari Loteng telah menitipkan 10 Narapidana, untuk diberikan pelatihan.
10 narapidana yang tersangkut hukum, ini sudah di selesaikan melalui Restorative Justice atau Keadilan Restoratif. Ini adalah suatu pendekatan dalam penegakan hukum yang berfokus pada pemulihan dan rekonsiliasi, bukan hanya pada hukuman.
RJ menekankan pada pemulihan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat, serta upaya untuk memperbaiki kerugian yang ditimbulkan.
“Tidak semua masalah harus di limpahkan ke pengadilan, ada istilahnya RJ, selama ke dua belah pihak mau berdamai dan memperbaiki kerugian yang ditimbulkan,” ungkapnya.
Dikatakan, Pidana biasanya karena faktor ekonomi. Sehingga pihaknya terus mendorong di sejumlah Dinas, untuk melahirkan SDM sesuai tuntutan.
Termasuk langkah BLK Praya ini sangat tepat, apalagi beberapa jurusan yang dibuka, relevan dengan tuntutan zaman saat ini.
Selanjutnya kepada instruktur atau pembimbing, untuk banyak bersabar, sebab karakter yang dibimbing bermacam-macam, tapi pihaknya yakin para instruktur yang sudah disiapkan BLK, sudah terlatih dan profesional. (nu-01)
